Aksi Pahlawan Seorang Ayah, Kapal Karam 2 Jam Lindungi Buah Hati yang Terombang-ambing di Laut

Foto insiden seorang ayah berupaya selamatkan dua anaknya setelah perahu yang ditumpangi tenggelam, Minggu (30/6/24) pukul 12.10 WITA, di Perairan Selat Lintah Kabupaten Manggarai Barat, NTT. (Istimewa)

AXIALNEWS.id | Memukau dan kagum, aksi kepahlawanan seorang ayah menyelamatkan nyawa kedua anaknya yang terombang-ambing di tengah laut selama dua jam.

Aksi heroik nelayan itu melindungi dua anaknya yang terombang-ambing di tengah lautan, ramai diperbincangkan di media sosial X (Twitter).

Unggahan itu dibagikan akun @Heraloebss, Rabu (3/7/2024). Disebutkan, insiden terjadi di perairan Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Aksi heroik seorang ayah (Nelayan) Lindungi anak-anaknya dari Marabahaya, Terombang-ambing di laut selama 2 jam usai perahunya tersapu ombak” tulis unggahan tersebut.

Dalam foto yang diunggah, tampak seorang ayah terombang-ambing di lautan sambil memeluk anaknya dengan satu tangan, sedangkan tangan lainnya memegang ujung perahu yang sudah terbalik.

Di ujung perahu yang terbalik itu, ada seorang anak laki-laki lainnya yang mengenakan celana kuning dengan membawa benda yang disematkan di bahunya.

Baca Juga  Total 6 ribu PKLW & 13,6 ribu Nelayan Terima BLT Kapolri

Kronologi Peristiwa

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Kombes Pol Ariasandy mengungkap kejadian tersebut.

Ia menerangkan, foto yang viral di media sosial itu mengabadikan momen kecelakaan laut yang menimpa kapal nelayan di Perairan Selat Lintah, Kabupaten Manggarai Barat pada Minggu (30/6/2024) pukul 12.10 WITA.

Kapal nelayan jenis pukat berwarna putih itu tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi dan angin kencang.

“Pukul 12.10 WITA, disebabkan angin kencang dan ombak yang tinggi sehingga menyebabkan kapal tersebut terbalik dan tenggelam,” kata Ariasandy, saat dikonfirmasi, Kamis (4/7/2024).

Kapal nelayan itu mengangkut 4 penumpang, yaitu Aco (38), Ucok (23), Rahman (11), dan Rahim (6).

Menurutnya, seluruh penumpang adalah keluarga yang berasal dari Gorontalo, Komodo, Manggarai Barat, NTT.

Aco merupakan ayah dari Rahman dan Rahim, sedangkan Ucok adalah keponakan Aco.

Baca Juga  HIMALA Aceh Salurkan Fasilitas Pendidikan untuk Pelajar Korban Kebakaran Tanjungpura

Ariasandy mengatakan, kapal nelayan jenis pukat itu kembali berlayar dengan rute pantai Gorontalo menuju perairan bintang untuk mencari ikan pada Minggu (30/6/2024).

Setelah 40 menit berlayar, kapal yang mereka tumpangi dihantam ombak tinggi disertai angin kencang hingga terbalik dan tenggelam.

Dua Jam Terombang-ambing di Tengah Laut

Ariasandy memastikan, tidak ada korban dalam insiden kecelakaan laut itu. Seluruh korban dipastikan selamat.

“Sebanyak 4 orang dengan selamat dan selanjutnya korban meminta agar diantar kembali ke rumah di Desa Gorontalo,” ucapnya.

Ia menuturkan, pada saat kejadian, terdapat speed boat AR Sea Zaydan yang melintas dan membantu keempat korban.

Baca Juga  Surah Al-Fatihah Ayat 4 beserta Tafsirnya

“Kebetulan pada saat itu melintas speed boat AR Sea Zaydan yang selanjutnya membantu mengevakuasi penumpang kapal nelayan,” kata dia.

Pengemudi speed boat AR Sea Zaydan kemudian langsung menginformasikan kejadian tersebut ke Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Sekitar pukul 12.40 WIB, tim yang terdiri dari personel Ditpolairud Polda NTT Pos Labuan Bajo, Sat Polair Res Mabar, dan Lanal Labuan Bajo bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melaksanakan operasi SAR menggunakan 1 unit RIB 400 PK.

Pada pukul 14.30 WITA, tim evakuasi tiba kembali di dermaga Marina Labuan Bajo dengan membawa seluruh penumpang kapal.(*)
Sumber: kompascom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us