Catatan Letusan Gunung Semeru dari Tahun 1818

Aktivitas vulkanik berupa lahar panas dari Gunung Semeru, pada 26 Agustus 2021. Sumber BBC News Indonesia/Agus Harianto/AFP.

AXIALNEWS.id – Jawa Timur | Bukan kali ini saja Gunung Semeru meletus pada sore, Sabtu (4/12/2021). Gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur sudah beberapa kali mengalami erupsi.

Semeru memiliki catatan panjang sejarah erupsi yang terekam pada 1818, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Catatan letusan yang terekam pada 1818 hingga 1913 tidak banyak informasi yang terdokumentasikan,” kata Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (04/12/2021).

Pada 1941-1942, terekam aktivitas vulkanik dengan durasi panjang.

Menurut Muhari, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan leleran lava terjadi pada periode 21 September 1941 hingga Februari 1942.

Baca Juga  Enam Area Fokus Pengawasan Saat Nataru

“Saat itu letusan sampai di lereng sebelah timur dengan ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter. Material vulkanik hingga menimbun pos pengairan Bantengan,” paparnya dalam keterangan tertulis.

Selanjutnya beberapa aktivitas vulkanik tercatat beruntun pada 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955-1957, 1958, 1959, serta 1960.

Dan ini terus berlanjut. “Gunung Semeru termasuk salah satu gunung api aktif yang melanjutkan aktivitas vulkaniknya,” ujarnya.

Seperti pada 1 Desember 1977, guguran lava menghasilkan awan panas guguran dengan jarak hingga 10 km di Besuk Kembar.

Volume endapan material vulkanik yang teramati mencapai 6,4 juta m3. Awan panas juga mengarah ke wilayah Besuk Kobokan.

Baca Juga  Rupiah Bergerak Melemah 4 Poin atau 0,02 %

“Saat itu sawah, jembatan dan rumah warga rusak,” katanya. Aktivitas vulkanik berlanjut dan tercatat pada 1978 – 1989.

Sejumlah warga mencari sisa barang dari rumahnya yang hancur akibat erupsi gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/21). Sumber BBC News Indonesia.

PVMBG juga mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007 dan 2008.

Pada 2008, tercatat beberapa kali erupsi, yaitu pada rentang 15 Mei hingga 22 Mei 2008.

“Teramati pada 22 Mei 2008, empat kali guguran awan panas yang mengarah ke wilayah Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.500 meter,” katanya.

Baca Juga  Jalin Kemitraan,PWI Langkat Bentuk Pokja Polres, PN & Kejari

Menurut data PVMBG, aktivitas Gunung Semeru berada di kawah Jonggring Seloko.

“Kawah ini berada di sisi tenggara puncak Mahameru. Sedangkan karakter letusannya, Gunung Semeru ini bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3 – 4 kali setiap jam,” tambahnya.

Karakter letusan vulcanian berupa letusan eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya, jelasnya.

“Sementara, karakter letusan strombolian biasanya terjadi pembentukan kawan dan lidah lava baru,” tambahnya lebih lanjut.

Berita ini telah tayang dan dikutip dari BBC News Indonesiaa berjudul “Gunung Semeru erupsi: Korban meninggal bertambah jadi 15 jiwa, 27 warga hilang, pencarian terhenti akibat hujan dan angin kencang”.

Berita Lainnya

Contact Us