AXIALNEWS.id | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (FISIP UM Tapsel) gelar Kuliah Umum untuk Angkatan II Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Administrasi Publik, Jumat (26/9/25) di ruang Seminar UM Tapsel, Padangsidimpuan.
Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa reguler serta mahasiswa RPL angkatan I dan II, dengan mengangkat tema “Peningkatan Kapasitas Aparatur.”
Hadir di acara Dekan FISIP UM Tapsel, Dr. Nurhamidah Gajah, S.Sos., M.AP., Ketua Prodi Administrasi Publik Natalia Parapat, S.Sos., M.AP., para dosen serta tenaga kependidikan FISIP UM Tapsel.
Dr. Nurhamidah menyampaikan program RPL hadir sebagai solusi bagi aparatur pemerintahan, khususnya di tingkat desa, yang telah bekerja lebih dari dua tahun namun masih berijazah SMA.
Melalui RPL, para aparatur dapat melanjutkan pendidikan tinggi untuk memperoleh gelar S1 tanpa mengabaikan kesibukan pekerjaan.
“Program ini sangat diminati karena masa studi relatif singkat, yakni satu setengah tahun atau tiga semester. Tahun ini sudah terdaftar 23 mahasiswa RPL dengan total pendaftar 85 orang,” ujarnya.
“Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 20 mahasiswa dengan 24 pendaftar. Sebagian masih terganjal di administrasi, semoga cepat selesai sehinga mahasiswa kita akan bertambah terus,” sambung Nurhamidah.
Ia menegaskan meskipun perkuliahan RPL berlangsung singkat, mutu akademik tetap terjamin karena seluruh mekanisme telah sesuai dengan ketentuan pemerintah melalui aplikasi SIERRA (Sistem E-Rekomendasi Rekognisi Pembelajaran Lampau Akademik) milik Kemdikbudristek.
“Perkuliahan ini bukan main-main. Mahasiswa RPL tetap harus serius hadir, mengerjakan tugas, dan mengikuti proses akademik. Kalau lalai, mereka bisa tidak lulus, sebagaimana pernah terjadi pada angkatan pertama,” tambahnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal, Irsal Pariadi, S.STP., hadir sebagai narasumber membawakan materi bertajuk “Sinergi Bersama Membangun Desa.”
Irsal menekankan pentingnya inovasi dalam pemberdayaan desa. Menurutnya, pemerintah desa harus berani menciptakan hal baru demi meningkatkan kapasitas masyarakat serta pendapatan desa.
“Untuk itu dibutuhkan pemikiran yang cerdas agar lahir inovasi bagi kemajuan desa. Desa yang maju lahir dari aparatur yang mau belajar dan mau berubah. Jangan takut mencoba hal baru,” ujar Irsal.
Ia juga mendorong perangkat desa untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan.
“Kepala desa dan perangkatnya harus membuka diri. Program RPL yang dilaksanakan FISIP UM Tapsel ini adalah salah satu jalan. Dengan pendidikan, aparatur bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan serta lebih cerdas dalam melayani masyarakat,” tambahnya.
Acara ditutup penyerahan cendera mata dari Dekan FISIP UM Tapsel kepada Kadis PMD Kabupaten Madina, yang kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama.(*)
Editor: Riyan