Intervensi Penurunan Stunting, Target Langkat di 2024 Capai 10 %

Pj Gubernur Sumut Hassanudin & Pj Bupati Langkat M Faisal Hasrimy digiat Lokus Kick Off gerakan intervensi serentak percepatan penurunan stunting Sumut tahun 2024, Senin (10/6/24) di Dusun Kantil, Desa Padang Brahrang, Selesai. (axialnews)

AXIALNEWS.id | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) gelar intervensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Langkat tahun 2024.

Pembukaannya ditandai pemukulan gong oleh Pj Gubernur Sumut Hassanudin.

Langkat terpilih sebagai Lokus Kick Off gerakan intervensi serentak percepatan penurunan stunting Sumut tahun 2024.

Penyelenggaraannya di Dusun Kantil Desa Padang Brahrang Kecamatan Selesai, Senin (10/6/24).

Monitoring ini dilakukan di dua Posyandu di Kecamatan Selesai. Yakni Posyandu Kantil di Desa Brahrang dan Posyandu Lestari di Desa Sei Limbat.

Pj Gubernur Sumut Hassanudin didampingi Pj Ketua PKK Sumut Dessy Hassanudin beserta rombongan hadir melakukan monitoring.

Disambut Pj Bupati Langkat M Faisal Hasrimy dan Pj Ketua PKK Langkat Uke Retno Faisal Hasrimy beserta jajaran.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo lewat zoom meeting, menjelaskan target intervensi serentak percepatan penurunan stunting.

Baca Juga  Pemkab Langkat - Kemenaker MoU, 2.048 Orang Dilatih & 800 Orang Dikasih Modal

Intervensi serentak ini merupakan instruksi Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin.

“Pemerintah sangat fokus dengan perhatian besar terhadap kualitas SDM, sehingga data ini nantinya akan dibuat untuk mengambil kebijakan tahun yang akan datang,” katanya.

Diketahui, kondisi stunting Langkat tahun 2023 sebesar 16,9 persen, angka itu menurun dibanding tahun 2022 yaitu 18,6 persen.

Sementara di tahun 2024, target penurunan stunting Kabupaten Langkat sebesar 10 persen.

Pj Bupati Langkat menyampaikan komitmennya, Pemkab Langkat terus berupaya menuju realisasi penimbangan dan pengukuran 100 persen.

“Intervensi serentak percepatan penurunan stunting ini tidak hanya digelar di Desa Brahrang saja, melainkan serentak di seluruh desa/kelurahan se Kabupaten Langkat,” ungkapnya.

“Ini merupakan komitmen kami dalam mencapai target pengukuran dan penimbangan 100 persen,” sambungnya.

Baca Juga  "RAZHATI" Mie Instan Sehat, Penjualannya Capai 4 Ribu Per Bulan

Dikatakannya, Pemkab Langkat telah memberdayakan dana desa untuk membantu menekan angka stunting di Langkat.

“Kami telah berkolaborasi dengan desa untuk memberdayakan dana desanya membantu mengatasi anak stunting di desa nya masing-masing,” katanya.

“Ini bukti keseriusan Kabupaten Langkat dalam mencapai target penurunan 10 persen,” pungkasnya.

Pj Gubernur Hassanudin mengapresiasi upaya Langkat untuk menekan angka stunting.

“Apresiasi saya untuk Langkat, yang mampu menekan angka stunting sebesar 1,70 persen pada tahun 2023. Ini prestasi yang patut dibanggakan dan menjadi contoh untuk daerah lain,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari Langkat yang masuk kedalam 3 besar memiliki posyandu terbanyak di Sumatera Utara dan 100 persen posyandu mempunyai alat antropometri.

“Jika posyandu diberdayakan maksimal, ini sangat mudah untuk terealisasi,” yakinnya.

“Karena posyandu sebagai ujung tombak dalam menciptakan generasi cerdas, sehat dan berkualitas,” tambahnya.

Baca Juga  Anak Yatim & Janda Wartawan Terima Santunan Sribana di Seminar HPN 2022

Diakhir pidatonya Pj Gubernur mengajak untuk bersama-sama menjadikan Sumatera Utara bebas stunting.

“Hal yang perlu kita perhatikan untuk mempersiapkan perkembangan potensi masa depan anak untuk generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

“Kami akan terus memantau kegiatan intervensi di semua Kabupaten di Sumatera Utara,” lanjutnya.

“Sehingga nantinya Sumatera Utara dapat mencapai target umum yaitu dibawah 14 persen, tetapi target saya Pj Gubernur dibawah 10 persen,” sambungnya.

Selanjutnya Pj Gubernur memberikan 300 paket jajanan sehat dan 100 susu untuk balita.

Pemkab Langkat turut memberikan 100 paket susu untuk ibu hamil dan 471 paket sembako untuk lansia, disabilitas dan anak terlantar.(*)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: Eddy S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us