Jokowi Wanti-wanti Gelombang Panas Global, 50 Juta Petani Bakal Kekurangan Air

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya pada Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024, Jumat (14/6/24) di Istana Negara, Jakarta. (BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

AXIALNEWS.id | Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta perencanaan menghadapi perubahan iklim (gelombang panas tinggi) diantisipasi sejak dini.

Disampaikan Jokowi pada Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024, Jumat (14/6/24) di Istana Negara, Jakarta. Turut hadir Pj Gubernur Sumut Hassanudin.

Menurutnya perubahan iklim ke depan menjadi perhatian dunia.

Untuk itu, Presiden meminta agar perencanaan dalam menghadapi gelombang panas tinggi harus dikalkulasi dan diantisipasi dari sekarang.

Hal ini guna menghindari kekeringan yang akan berpengaruh terhadap produksi pangan nasional.

Baca Juga  Perubahan APBD 2023 Langkat Disahkan, Nilainya Rp2,6 Triliun

Diperkirakannya, ada 50 juta petani yang akan kekurangan air. Jika tidak ada air dan akan terjadi kekurangan pangan.

“Artinya apa, jangan main-main urusan kekeringan, jangan main-main urusan gelombang panas. Larinya nanti bisa ke inflasi,” ujar Presiden.

Tren Inflasi Indonesia Menurun Sejak 10 Tahun Terakhir

Selain itu, Presiden juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem pertanian menjadi lebih modern, dengan menggunakan sistem smart agriculture, terutama untuk produk pangan unggulan.

Baca Juga  625 Pendaftar, Panitia Pilkades Diminta Netral & Fahami Aturan

Menurutnya, investasi juga diperlukan untuk membangun industri pengolahan, sehingga nilai tambah produksi pertanian meningkat.

“Undang investasi untuk membangun industri pengolahan, untuk membangun pabrik pengolahannya,” ujarnya.

“Sehingga nilai tambah dari setiap produksi yang ada di pertanian, perkebunan kita menjadi berlipat. Bangun juga sistem distribusi yang terintegrasi,” katanya.

Meski begitu Gubernur Bank Indoensia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, laju inflasi Indonesia masih terjaga di kisaran target yang ditetapkan.

Baca Juga  PKK Sumut Dukung Program Promo PT Grab Indonesia

Bahkan, Ia menyebut inflasi Indonesia termasuk yang terendah di dunia yakni 1,5 sampai 3,5 perse.

Tercatat tingkat inflasi secara tahunan kian menyusut, di mana pada Mei lalu sebesar 2,84 persen.

“Tren inflasi Indonesia dalam 10 tahun terakhir menurun dan terkendali rendah. Bahkan termasuk yang terendah di dunia pada saat ini,” kata Perry.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: M Afandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us