Misalnya seperti kasus adanya orang meninggal masih terdaftar di data pemilihan. Ini sebabnya karena keluarga almarhum tidak melaporkan ke dinas terkait, hingga namanya tetap tercatat.
Jadi persoalan ini, harus diketahui masyarakat agar mengurangi banyaknya data yang tidak valid. Disinilah peran PWI dianggap perlu dalam menyampaikan informasi ke masyarakat.

“Kami harap melalui pemberitaan dari wartawan yang bernaung di PWI, masyarakat kita menjadi lebih cerdas dalam menyikapi berbagai aturan pada pesta demokrasi,” harapnya.
Menambahkan, Komisioner KPU Divisi Hukum dan Pengawasan Ferdiansyah Putra menyampaikan, saat ini jadwal pasti dilaksanakan Pemilu dan Pilkada belum terjadwal. Namun informasi terakhir yang didapat, Pilpres dan Pileg diselenggarakan pada Februari atau Mei. Sedangkan Pilgub dan Pilkada pada November.
“Tapi ini baru jadwal sementara, jadwal pastinya belum ditentukan,” sebutnya.
Ia pun menyampaikan, pada Pemilu 2024 mendatang Indonesia akan menghadapi iklim baru pada pesta Demokrasi, yakni melaksanakan dua Pemilu dalam satu tahun.
“Ini pertama kali, Pilpres – Pileg dan Pilgub – Pilkada dilaksanakan dalam satu tahun pada Pemilu 2024 nanti,” tuturnya.
Sementara, Darwis menyatakan pihaknya siap bersinergi bersama KPU menyukseskan Pemilu 2024 sesuai tupoksi.
“Kita memiliki wartawan berkompeten dari media surat kabar, siber dan elektronik. Insya Allah mereka siap memberikan informasi yang kredibilitas untuk masyarakat terkait pelaksanaan Pemilu,” pungkasnya. (ano)