Rakor ILP, Terkuak 334 Balita di Langkat Terindikasi Stunting

Sekdakab Langkat Amril pada rakor Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), Kamis (20/6/24) di ruang pola Kantor Bupati Langkat. (axialnews)

AXIALNEWS.id | Pemkab Langkat menggelar rakor Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) di ruang pola Kantor Bupati Langkat, Kamis (20/6/24).

Sekdakab Langkat Amril membuka rakor ini. Disampaikannya Pemkab Langkat siap mendukung agenda transformasi sistem kesehatan tersebut.

“Dimana transformasi ini merupakan upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mulai mengintegrasikan dan merevitalisasikan pelayanan kesehatan primer.

“Dimana integrasi tersebut akan melihat mulai dari pelayanan puskesmas hingga ke tingkat desa,” katanya.

Baca Juga  Miliki Tangung Jawab Moral, Afandin Upayakan Perawat Jadi PPPK

Tujuannya menyamakan kebijakan integrasi pelayanan primer yang berfokus pada pemenuhan layanan kesehatan sesuai siklus hidup dalam mendukung agenda transformasi sistem kesehatan.

Sekda Amril menambahkan, Pemkab Langkat telah mengikuti rakor terkait implementasi integrasi layanan primer untuk seluruh republik Indonesia di Jakarta.

“Pemda diminta menyampaikan agar hal yang dibutuhkan daerah terkait pelayanan kesehatan bisa segera terpenuhi,” ucap Amril.

Ia juga menyampaikan update perkembangan penimbangan dan pengukuran stunting di Kabupaten Langkat.

“Sampai hari ini data yang sudah masuk sekitar 98,46%, dimana 88.000 lebih balita yang sudah melakukan penimbangan dan pengukuran. Dari hasil tersebut ada 334 balita yang terindikasi stunting,” ucapnya.

Baca Juga  Dinsos Langkat Bantu Korban Kebakaran Warga Gebang

“Ada kesenjangan yang cukup tinggi antara SKI yang dirilis 2023 angka stunting Kabupaten Langkat sekitar 16%, namun setelah melakukan penimbangan yang terindikasi hanya 0,39%,” paparnya.

Persentase ini, jelas Sekda, real menggunakan alat standar yang diinstruksikan pusat.

“Kita akan segera membuat pertemuan menyeluruh untuk tindak lanjut terkait anak anak yang terindikasi stunting di Kabupaten Langkat tersebut,” ucapnya.

Kegiatan ini dihadiri lima lokus (stunting) kecamatan yang menjadi titik awal yaitu Salapian, Stabat, Hinai, Besitang, Selesai, dan Pangkalansusu.

Baca Juga  Tepung Tawari Jamaah Haji, Afandin Ingin Para Haji Jadi Contoh Tauladan

Turut dihadirkan camat, kepala desa/lurah dan kepala puskesmas dari lima lokus kecamatan.

Sebagai pemateri Usaid Momentum Sumut, Syafrimed Aziz.(*)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: Eddy S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us