Sejarah Kurban: Allah Perintahkan Nabi Ibrahim Sembelih Nabi Ismail

Ilustrasi.(bangkitmedia.com)

AXIALNEWS.id | Kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah SWT menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS menjadi sejarah pelaksanaan Ibadah Kurban bagi umat Muslim.

Kisah tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an.

Setiap tahun pada bulan Dzulhijah umat Islam disunnahkan menyembelih hewan kurban.

Hewan ternak yang dapat dijadikan sebagai ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik (11-13 Dzulhijah) antara lain unta, sapi, kambing, dan domba.

Berkurban adalah ibadah yang diperintahkan Allah SWT. Menjalankan ibadah kurban adalah bentuk ketakwaan sebagai hamba kepada Rabb-nya.

Banyak ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang perintah kurban. Salah satunya terdapat pada surat Al-Kautsar. Allah SWT berfirman,

Baca Juga  Balita Usia 3,5 Bulan Menderita Hidrosefanus Dibantu Tiorita

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya: “Maka shalatlah kepada Tuhanmu dan sembelihlah hewan kurban.” (QS al-Kautsar ayat 2)

Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, menyembelih hewan kurban juga sebagai ibadah sosial kepada sesama.

Orang yang berkurban dapat membagikan daging kurbannya kepada kerabat, tetangga, dan tidak lupa golongan orang miskin.

Tahukah kamu, pelaksanaan ibadah kurban tidak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah SWT menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS. Kisah tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an.

Simak kisah selengkapnya tentang penyembelihan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim.


Permohonan Nabi Ibrahim Agar Dikaruniai Putra

Dikisahkan, awalnya Nabi Ibrahim tidak memiliki anak. Ia pun meminta kepada Allah SWT agar diberikan anak yang saleh.

Baca Juga  Dinsos Langkat Bantu Korban Kebakaran Warga Gebang

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh,” kata Nabi Ibrahim seperti dalam QS Ash-Shaffat ayat 100.

Doa Nabi Ibrahim oleh Allah SWT dikabulkan. Ia memiliki karunia anak yang saleh dan sangat sabar bernama Nabi Ismail.

Saat Nabi Ismail beranjak remaja, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah SWT lewat mimpi untuk menyembelih anaknya.

“Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” kata Nabi Ibrahim sebagaimana dikutip dari QS Ash-Shaffat ayat 102.

“Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar,” jawab Nabi Ismail.

Baca Juga  Dulunya Peringati Hari Ratu, Panjat Pucang Warisan Kolonialis Belanda

Diganti dengan Domba Besar

Nabi Ibrahim membaringkan Nabi Ismail. Ia pun bersiap menyembelihnya anaknya sebagai perintah dari Allah SWT.

Ketika Nabi Ibrahim hendak menggerakkan pedangnya, Allah SWT menggantikan tubuh Nabi Ismail dengan seekor domba besar putih bersih dan tidak ada cacatnya.

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Artinya: “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Saffat:107)

Kisah Nabi Ibrahim menyembelih anaknya yang bernama Nabi Ismail menjadi dasar ibadah kurban yang dilakukan pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijah) dan hari tasyrik (11-13 Dzulhijah).(*)
Sumber: liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us