Menunggu proses pemulihan normal, mereka tampak berkeliaran seperti membersihkan halaman rumah Cana. Ada yang memotong rumput, ada yang menyapu halaman dan sebagainya. Jadi mereka bukan sebagai pekerja di situ.
Bangun Masjid, Umroh dan Bersedekah
Setelah dua tahun ini meninggalkan Langkat, saya tidak tahu berapa banyak sudah masjid yang dibangun oleh Cana, baik sebelum memasuki masa pencalonan bupati langkat hingga terpilih menjadi orang nomor satu di tanah bertuah ini.
Kalau memberangkatkan kaum duafa mulai dari bilal mayat, penggali makam, warga desa, sudah lebih dari 300 orang yang diumrohkan. Setelah menjadi Bupati Langkat kegiatan ini terus berjalan. Cana bercita-cita akan memberangkatkan warga Langkat yang umroh sebanyak 500 orang pertahun. Sayang karena covid-19, tak bisa dilaksanakan.
Sebelum masa pencalonan bupati Langkat, pernah suatu waktu sejumlah tokoh masyarakat datang menjumpainya untuk memohon bantuan pembangunan masjid senilai Rp 50 juta. Pada saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Tiba waktu shalat Isya dan Tarawih, Cana memilih shalat ditengah jamaah yang sudah ramai berdiri. Namun pihak pengurus masjid memintanya untuk berdiri dan shalat di shaf pertama. Hati Cana tersentuh dan saat menyerahkan bantuan tersebut bukan lagi senilai Rp 50 juta, tapi menjadi Rp 150 juta.
Kalau membantu warga tertimpa musibah kebakaran, dilanda banjir, pasien rumah sakit tak punya uang, dan lainnya, sudah kerap dilakukannya. Apalagi menyantuni anak yatim, itu sudah seperti kegiatan rutin.
Bahwa kemudian Cana diduga menerima suap dalam proyek infrastruktur di Langkat, itu masih dalam proses pengujian secara hukum. Namun sisi kemanusiaan Cana tak akan pernah hilang.
Buktinya Ia dalam waktu dekat akan memberangkatkan lagi sebanyak 43 orang untuk umroh. Dan kini masih tertunda karena covid-19.(*)
Penulis : Affan Bey Hutasuhut
Redaktur Harian Metro Langkat 2015-2019
Editor : Anoriyan Yusuf