SMOTING Inovasi Pemko Binjai Turunkan Angka Stunting

Walikota Binjai Amir Hamzah memberikan kartu BPJS Kesehatan kepada keluarga sasaran stunting, Kamis (13/6/24) di Aula Pemko Binjai. (axialnews)

AXIALNEWS.id | Walikota Binjai Amir Hamzah membuka Asesmen Audit Kasus Stunting Tahap Pertama Kota Binjai Tahun 2024.

Giat ini sekaligus penandatanganan komitmen bersama, di Aula Pemko Binjai, Kamis (13/6/24).

Walikota Binjai menyampaikan perhatian Pemko Binjai terhadap masalah percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas yang harus dituntaskan.

“Hal ini merupakan upaya kita bersama untuk mewujudkan masyarakat Kota Binjai yang sehat dan produktif,” ujarnya.

“Serta capaian kita untuk mendukung target nasional percepatan penurunan stunting tahun 2024 sebesar 14 persen,” tambah Amir.

Ia menjelaskan sebagai komitmen penurunan stunting, Pemko Binjai melaunching dan mendeklarasikan inovasi Binjai “SMOTING” yaitu “Semangat Menuju Zero Stunting”.

Baca Juga  Syah Afandin Terus Salurkan Bansos Rp 16 Miliar untuk Warganya

Inovasi ini mulai dari Program Strategis Gerakan Bapak Asuh (BAAS) bagi anak stunting dan keluarga risiko stunting, khususnya ibu hamil dengan kekurangan energi kronis.

Melakukan pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, serta keterlibatan OPD Teknis dan Stakeholder terkait dalam gerakan dan aksi sosial.

Nantinya aksi ini berfokus pada sasaran balita stunting, maupun keluarga resiko stunting yang ada di Kota Binjai.

“Salah satu bentuk komitmen kami adalah dengan menggandeng mitra kerja dari instansi vertikal yang ada di Kota Binjai,” sebutnya.

Baca Juga  Terbanyak Kedua Selesaikan Perkara Melalui Restorative Justice, Kejari Langkat Peroleh Penghargaan dari Kejagung

“Mulai dari program bedah rumah keluarga prasejahtera dan bantuan sosial dari Baznas yang dikhususkan kepada masyarakat Kota Binjai,” ucapnya.

Sementara Plt Kadis PPKB Binjai Harimin Tarigan melaporkan data sementara kelompok sasaran audit kasus stunting berjumlah 16 orang.

Antara lain calon pengantin 4 orang, ibu hamil KEK 4 orang, ibu nifas 4 orang, dan balita stunting 4 orang.

Lanjutnya, selain pelaksanaan program prioritas nasional, kegiatan audit kasus stunting juga diperlombakan tingkat kabupaten/kota se-Sumatera Utara hingga tingkat nasional.

Sejak tahun 2022 dan 2023 Kota Binjai selalu menjadi juara satu tingkat Sumut.

“Untuk itu kita berharap seluruh rangkaian kegiatan Audit Kasus Stunting yang telah berjalan pada akhirnya dapat membawa citra nama baik Kota Binjai pada puncak Harganas Provinsi Sumut, yang akan dilaksanakan di Kota Sibolga pada tanggal 18 juli 2024 mendatang,” ujarnya.

Baca Juga  Mahasiswa Langkat Minta Penangkaran Walet Tak Berizin Dirobohkan

Turut hadir Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Rudy Fernando Sianturi. Kalapas Kelas IIA Binjai Theo Adrianus. Ketua Baznas Kota Binjai Ansyarullah. Kepala BPJS Kota Binjai Rosmayanti Nasution serta Pimpinan OPD Kota Binjai.(*)
Reporter: M Surbakti
Editor: M Afandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us