AXIALNEWS.id | Pertanian organik merupakan sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintesis, salah satu manfaatnya menyuburkan tanah.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 50 (K50) Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe menerapkan pertanian organik itu.
Tujuannya sebagai solusi pertanian berkelanjutan di Desa Punteuet, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (11/11/2023).
“Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat di desa tersebut ikut menerapkan pertanian organik. Adapun tanaman yang kami tanami jenis sayuran, antara lain kangkung dan bayam,” sebut Maya Fitria, Mahasiswi K50.
Dijelaskannya, kegiatan dimulai dari pembuatan bedengan (gundukan tanah) di salah satu lahan kosong milik warga, dilanjutkan pencarian pupuk kandang sapi.
Lalu menebarkannya diatas bedengan yang menjadi areal pertanian dan didiamkan selama ±1 minggu, diakhiri penaburan bibit.
“Penggunaan pupuk kandang sapi selain dapat memperbaiki struktur tanah juga dapat menyediakan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman,” ungkapnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hamdani mengapresiasi dan mendukung kegiatan itu. Sebab selain bermanfaat untuk warga sekitar, penerapan pertanian organik ini juga bersifat ramah lingkungan.(*)
Reporter: Joko
Editor: M Afandi