Tonton Film LAFRAN di Bioskop, Kisahkan Sejarah & Tujuan Lahirnya HMI

Dimas Anggara pemeran Pahlawan Nasional Prof Lafran Pane dalam film Lafran. (IG Radepa.Studio)

AXIALNEWS.id | Pahlawan Nasional Prof Lafran Pane, bersuku Karo, bermarga Pane lahir di Padang Sidempuan Tapanuli Selatan (Tapsel) Sumatera Utara (Sumut).

Ia adalah pendiri organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di tanah Jawa. Tumbuh dari keluarga Muhammadiyah yang sederhana dan penuh dinamika sosial.

Mejelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumut menggelar nonton bareng (nobar) Film Pahlawan Nasional Prof Lafran Pane di bioskop, CGV Focal Point Medan, pukul 19.15 WIB, Jumat 21 Juni 2024.

Film Lafran diprakarsai oleh Dewan Penasehat MN KAHMI Akbar Tanjung ini dibintangi diantara Dimas Anggara, artis Lala Karmela, aktor senior Mathias Muchus dan pemeran pembantu Tanta Gintinf, Ariyo Wahab dan Farandika.

Pebuatan Film ini proses prosuksi selama tujuh tahun, MN KAHMI yang berkolaborasi dengan Reborn Initiative dan Radepa Studio. Kini sudah tayang dibiokop mulai 20 Juni 2024.

Para tokoh sudah menonton film tersebut di antaranya:

  • Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Yusuf Kalla,
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian,
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno,
  • Koordinator Presidium MN KAHMI yang juga Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung,
  • Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan,
  • Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024 Emil Dardak dan lain-lain.
Baca Juga  Masifkan Becak Sampah untuk Kota Medan Lebih Bersih

Ketua Umum MW KAHMI Sumut H Rusdi Lubis SH MMA melalui Sekretaris Umum H Dadang Darmawan mengungkapkan HMI itu didirikan atas dasar Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan yang menuntut nilai-nilai idealisme, kemurnian dan keindependesian.

“Sayangnya nilai itu tidak terbentuk lagi. Film itu memukul nilai kekinian kita. Kader HMI sekarang tidak memaknai nilai Ke-Bangsaan dan Ke-Indonesiaan, Ke-Islaman, Ke-Independesian, kemurnian perjuangan dan Ke-Idealismean,” sebuta Dadang.

Apakah bisa kita mengembalikan nilai-nilai luhur itu?” sambung Dadang saat diwawacarai wartawan usai nobar.

Hal ini, lanjut dikatakannya, menjadi tamparan keras buat kita semua. Jika kita melihat dengan realita HMI saat ini, film ini bertentangan. Karena yang kita kenal sekarang ini tak mengenal Ke-Indonesiaan dan Ke-Islaman lagi.

“Berharap dan mengajak kader HMI untuk menonton film ini agar memahami tentang Ke-Bangsaan dan Ke-Islaman yang menjadi instrumen penggerak HMI,” ujarnya.

Kebangsaan dan Ke-Islaman, menurut HMI, jelasnya, berjuang menegakan tujuan kemerdekaan dan sekaligus memperkuat nilai-nilai Ke-Islaman dalam praktek Ke-Indonesiaan. Nah, itu yang paling penting.

Baca Juga  "Aland Dinda Pradana" Cerminan Aspirasi Pemuda Indonesia di Kancah Internasional

“HMI sudah tidak lagi idealime lagi, oknum HMI sudah tidak lagi mementingkan nilai-nilai kebangsaan lagi yang ada praktik politik ‘kotor’, manipulasi dan itu menjadi kritik buat kita semua yang ada pada kader HMI saat sekarang ini mencoreng nama baik HMI itu sendiri,” kata Dadang.

Terakhir, terkait nobar, kata Dadang, sambungnya, tidak hanya sekali ini saja, semua studio yang sudah kita kerjasama akan kita ramaikan.

Film Lafran ini, tidak hanya cocok ditonton Keluarga Besar HMI saja, melainkan seluruh anak bangsa bisa menyaksikan.

“Dengan nonton film Lafran ini, beharap Pemuda Islam berhimpun menguatkan nilai Ke-Islaman dan Keindonesiaan,” tuturnya.

Sebagai generasi penerus bangsa, anak muda dan mahasiswa jangan sampai terjadi konflik.

“Pemuda Islam jangan mau dipecah belah dan terkotak-kotak, misi Lafran hanya dua yaitu memperkuat nilai nilai Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan,” pungkasnya.

Turut hadir Nobar Head Area Kanwil BNI Medan/alumni HMI Ir Zulkifli Ikhwan Harahap MSi, Pengurus MW KAHMI Sumut, Andi Wiliandi, Leriadi SSos dan Presidium Forhati Sumut dr Sulfia Dewi Rambe, Serasi Malem Sitepu SPd didampingi pengurus.

Terpisah, Ketua Umum Kohati Badko HMI Sumut terpilih Periode 2024-2026, Tutut Wijayanti mengungkapkan kegigihan dan semangat Lafran Pane yang merupakan anak kampung patut menjadi tauladan.

Baca Juga  Semarakkan HUT RI ke-78, SMSI Binjai-Langkat Bagikan Bendera ke Warga

“Kita saksikan dari gigihnya perjuangan ayahanda Lafran Pane mendirikan Himpunan ini dalam kepingan filmnya. Dengan semangat memperbaiki kualitas pemuda sekitar pada masa itu,” kata Tutut, Desainer Muslimah Sumut itu.

Dikatakannya, film ini bisa jadi refleksi ghiroh para pendiri HMI yang terbentuk dari pemikiran luar biasa dan dari ruang perkuliahan sederhana.

Cita-Cita luhur HMI untuk mencapai misi 5 kualitas insan cita yaitu kualitas insan akademis, kualitas insan pencipta, kualitas insan pengabdi, kualitas insan yang bernafaskan Islam, dan kualitas insan yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur.

Untuk seluruh kader HMI, harapnya, wajib nonton dan tau sejarah dan menonton film ini untuk mengetahui ghiroh serta perjuangan para pendiri Himpunan ini.

“Panjang umur intelektual dalam diri kader semua, semoga HMI senantiasa hadir disana. Dengan Ideologi Lafran Pane dan semangat ke-Islaman ke-Indonesiaan. Selamat menonton teman-teman, kakak abang semua,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us