Tragedi Tsunami Aceh 2004, Teori Konspirasi dan Kejanggalanya

Tragedi Tsunami Aceh hampir berlalu 21 tahun, sejak terjadi pada 26 Desember 2004 . (dw.com)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Peristiwa gempa dahsyat melanda Aceh dengan kekuatan 9,3 skala richter pada 26 Desember 2004 silam. Tepatnya hampir 21 tahun lalu, hingga November 2025 ini.

Gempa tersebut menyebabkan tsunami yang tak hanya menimpa Aceh, tetapi juga Sri Lanka, Thailand, hingga India, menurut laman Museum Tsunami Aceh.

Berdasarkan catatan pemerintah, dari total 280 ribu korban jiwa di seluruh Negara, 130 ribu berada di Aceh. Perkiraan kerugian dari bencana tersebut mencapai Rp 41 triliun. (Jean Christophe dkk, 2006).

Siapa sangka belasan tahun berlalu, ramai kembali soal pengakuan mantan tentara Amerika yang beberkan bahwa, peristiwa tsunami yang telah meluluh lantahkan bumi tanah rencong tersebut bukan karena bencana alam melainkan teori konspirasi rekayasa nuklir bawah laut.

Teori konspirasi ini pertama kali dicetuskan oleh Jerry D Gray yang menulis “Project Seal” buatan AS. Sontak saja warga Indonesia digegerkan dengan teori konspirasi jika Tsunami Aceh 2004 lalu disebabkan oleh uji coba nuklir bawah laut nih sob.

Tak sampai di situ saja, ada beberapa hal yang apabila ditelusuri kembali terlihat agak janggal. Apa saja itu? Berikut sudah kita rangkum untuk sobat baca nih.

Teori konspirasi Jerry D. Gray

Mengutip dari InilahBandung.com, teori yang pernah dikeluarkan oleh Jerry D Gray ini menyatakan, bahwa tsunami Aceh merupakan hasil dari rekayasa nuklir yang dilakukan Amerika Serikat.

Jerry D Gray sendiri merupakan salah satu mantan tentara Amerika Serikat yang pernah mengeluarkan dua buku yang dianggap kontrversial, kedua bukunya yaitu, Deadly Mist: Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia dan Art of Deception: Amerika, Freemason, Zionis Mereka Menipu Dunia.

Baca Juga  Lansia Lancar Baca Quran di Momen Zikir Akbar Tahun Baru Islam

Mengutip dari Muhammad Fauzan Prikatama dalam Iniliah Bandung 2023, Jerry mengatakan bahwa, Tsunami Aceh itu bukan bencana alam melainkan hasil dari (rekayasa) Termo Nuklir, yang kemudian dari proses rekayasa tersebut menghasilkan gempa bumi yang cukup dahsyat.

Dokumen rahasia (Project Seal)

Gempa yang memicu tsunami tersebut dikenal sebagai kelanjutan “Project Manhattan” yang terbengkalai dan dinamai “Project Seal”, dengan ledakan nuklir menggunakan 26 megaton TNT yang memicu tsunami setinggi 33 meter di pantai barat Aceh.

Dalam dokumen rahasia yang berjudul “Project seal”, Jerry D Gray menyebutkan bahwa Project Seal merupakan sebuah rencana proyek milik Amerika Serikat yang bertujuan untuk menyerang musuh dengan menggunakan gelombang laut.

Jika mengacu pada teori tersebut dapat dikatakan tsunami aceh adalah tsunami buatan sebagai senjata pemusnahan massal. Project Seal sendiri pernah diuji coba pada Juni 1994, yang dilakukan dua tahun sebelum Amerika Serikat menyerang Jepang.

NOAA

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), beberapa kali mengubah data magnitudo dan posisi episentrum gempa, serta kejanggalan tidak adanya peringatan pada seismograf di Indonesia dan India.

Sederhananya, gempa selalu dipicu frekuensi elektromagnetik pada 0,5 atau 12 hertz, dan bukan merupakan sebuah proses yang terjadi secara tiba-tiba seperti tsunami di Aceh

Pernyataan Trowbridge dan Jim W. Dean serta Keterangan Saksi Mata

Dua konspirator ternama Trowbridge dan kapal Jim W. Dean pernah menyebutkan bahwa selam nuklir USS Jimmy Carter menjadi penyebab utama tsunami Aceh.

Baca Juga  Warga Nelayan Pesisir di Sergai Gantungkan Harapan ke Nikson Nababan 

Ada beberapa kejanggalan dari apa yang dikatakan dua konspirator tersebut. Salah satunya, kesaksian para korban Tsunami Aceh yang selamat.

Mereka menuturkan, sebelum datangnya gelombang tsunami sempat terdengar suara ledakan yang sangat besar dari laut. Bahkan beberapa orang mengaku suara itu terdengar hingga ke tengah kota.

Menurut saksi mata, gelombang tsunami yang datang setinggi 15-30 meter. Padahal, ketinggian gelombang tsunami normal hanya berkisar 3-5 meter. Gempa Aceh tercatat sebagai gempa dengan durasi terlama sepanjang sejarah, yakni 8-10 menit. Padahal gempa normal hanya sekitar 1-2 menit.

Kedatangan Kapal Tentara US

Sesaat setelah tsunami menerjang pesisir Aceh, kapal milik tentara AS, USS Abraham Lincoln beserta 15.600 personelnya datang dengan cepat untuk memberikan bantuan ke Aceh.

Sementara itu, militer Indonesia sendiri tidak diturunkan sama sekali. Hal tersebut tentu menimbulkan pertanyaan di benak kalian kan sob? Apa tujuan kapal-kapal yang berdiam selama berbulan-bulan di Aceh, seolah ingin menjaga tempat kejadian perkara.

Perbedaan warna jiwa korban tsunami Aceh dengan tsunami Palu

Temuan lainnya, yaitu adanya perbedaan warna korban, pada tsunami Palu 2018 warna jasad pucat seperti pada umumnya. Sedangkan pada tsunami Aceh 2004 warnanya rata-rata cenderung hitam meskipun jasadnya telah dibersihkan, tidak seperti lazimnya warna jasad korban tenggelam.

Para korban jiwa dari tsunami aceh rata-rata ditemukan dalam keadaan kulit yang hitam seperti para korban jiwa pada peristiwa bom atom Hirosima dan Nagasaki. Terlebih lagi, belakangan diketahui bahwa ada 3 orang anak nelayan yang terbakar karena terkena tsunami udara. (Pocut Ghina Shabira, 2018).

Baca Juga  Rakor Antisipasi Saling Balas Antar Dua OKP di Salapian

Aksi Protes India dan Indonesia

Melansir dari Abchannel.id setelah kejadian tersebut India dan Indonesia sempat melakukan protes, namun sehari setelahnya India dan Indonesia tiba-tiba bungkam.

Dua hari setelah tindakan protes pemerintahannya India menjadi diam karena ternyata Israel menjanjikan teknologi nuklir terbaru jika India menarik protesnya. Benar saja, dua bulan kemudian India mendapat apa yang menjanjikan yaitu teknologi senjata nuklir terdepan.

Melansir dari Prohaba.com sama seperti tsunami di Aceh, gempa di turkiye dan Suriah juga terpa teori hubungan, disana dikatakan bahwa peristiwa itu terjadi karena adanya keterkaitan dengan permintaan Turkiye atas bantuan baru NATO. Sedangkan tsunami Aceh disebut terkait wacana perang nuklir India dan Pakistan.

Dalam suatu tragedi pasti selalu ada hal yang tertinggal atau bahkan sengaja dihilangkan untuk menutupi keadaan yang sebenarnya, hal ini menjadi tugas bagi kita untuk terus mencari bukti-bukti yang akurat agar kesalah pahaman antara satu dengan yang lain dapat segera dibuktikan.

Mungkin ada banyak lagi misteri dibalik tragedi Tsunami Aceh 2004 yang belum bisa diungkap, tapi terlepas dari semua kemungkinan-kemungkinan teori manusia konspirasi tadi, semua yang terjadi di dunia ini sudah atas kehendak Allah dan ini menjadi teguran bagi kita umat untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.(*)

Sumber netralnews.com dengan judul: Teori Konspirasi dan Kejanggalan-Kejanggalan dalam Tragedi Tsunami Aceh 2004.

Halaman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us