AXIALNEWS.id | Mendekati idul fitri 1444 hijriah, sebagian wajah Kota Stabat terlihat gersang akibat beberapa pohon di pulau jalan mengering beserta rerumputannya.
Tokoh Pemuda Langkat, Meidi Kembaren menilai akibat cuaca panas beberapa hari ini dan kurangnya perawatan oleh instansi terkait membuat pohon tersebut menguning dan mati.
“Pemandangan pohon mengering di tengah ibu kota Kabupaten Langkat ini terlihat tidak menyejukkan mata. Ini sangat disayangkan, padahal sudah H-3 Lebaran. Bakal banyak pemudik dari luar kota melintas dan melihat ini,” ujarnya, Selasa (18/4/2023).

Penggiat lingkungan ini juga mengaku heran, tidak ada tindak dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Langkat. Padahal DLH lah pihak yang bertanggungjawab memelihara pertamanan ibu kota negeri bertuah. Selain itu, juga sudah dianggarkan dari APBD Pemkab Langkat untuk perawatan taman kota.
“Saat ini Plt Bupati Langkat Syah Afandin tengah semangat menata Kota Stabat. Jadi harusnya Kadis LH yang baru di lantik lebih semangat bekerja mendukung Plt Bupati dalam menjaga dan menata keindahan Kota Stabat,” sebut Meidi yang mengaku kecewa atas kinerja Kadis LH Langkat.
Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat, Muhammad Harmain dikonfirmasi soal itu mengatakan, pihaknya akan sesegera mungkin menindaklanjutinya. “Ini sedang kami tindaklanjuti,” sebutnya singkat melalui pesan whatsapp.

Sebelumnya diketahui Pemerintah Kabupaten Langkat kembali memperoleh Penghargaan Sertifikat Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI).
Penghargaan di serahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya kepada Asisten ll Ekbang, H Sukhyar Mulyamin pada 28 Februari 2023, di Gedung Manggala Wana Bakti Kementerian LHK RI, pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023.
Harmain mengatakan Langkat menerima penghargaan sertifikat Adipura berdasarkan hasil tim teknis penilaian Kota Adipura pada upaya pengelolaan sampah Kota Stabat.(*)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Eddy S