Mengenal Bulan Muharram dari Amalan Hingga Peristiwa Besar yang Terjadi

Ilustrasi. (pinterest)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam (hijrah), jika Januari adalah bulan pertama dalam kalender masehi. Banyak peristiwa besar dalam Islam terjadi di bulan Muharram.

Menjadi bulan pertama dalam kalender hijriyah, banyak peristiwa di bulan Muharram yang terjadi dan menambah tulisan sejarah dalam perkembangan Islam.

Ini juga merupakan bulan yang mulia dalam pandangan Allah SWT. Bulan Muharram juga memiliki berbagai keutamaan yang harus diketahui oleh umat Islam.

Dalam bahasa Arab, Muharram (المحرم) berasal dari kata haram (حرم) yang artinya suci atau terlarang. Dinamakan Muharram, karena sejak zaman dulu pada bulan tersebut dilarang berperang dan membunuh.

Larangan itu terus berlaku hingga Islam datang. Bangsa Arab baik sebelum atau sesudah Islam datang, tidak memiliki angka tahun. Mereka biasa menamakan tahun dengan peristiwa besar yang terjadi.

Misalnya ada tahun yang disebut tahun gajah, karena di tahun tersebut terjadi peristiwa pasukan gajah di bawah pimpinan Abrahah yang akan menghancurkan Ka’bah.

Pada tahun ketiga masa pemerintahan Umar bin Khattab RA, ada masalah tentang tidak adanya sistem penanggalan. Akhirnya, Umar kemudian menerbitkan kalender Islam.

Setelah bermusyawarah dengan para sahabat, Umar memutuskan bahwa awal kalender Islam dimulai dari tahun hijrahnya Rasulullah. Karenanya kalender Islam dikenal dengan nama kalender hijriyah.

Selanjutnya, Muharram menjadi bulan pertama dalam tahun hijriah adalah berkat usulan dari Utsman bin Affan. Sebab sejak dulu, orang Arab menganggap Muharram adalah bulan pertama.

Umat Islam juga telah menyelesaikan ibadah haji pada bulan Dzulhijjah. Selain itu, Muharram merupakan bulan munculnya tekad hijrah ke Madinah setelah pada Dzulhijjah terjadi Baiat Aqabah II.

Baca Juga  Dosen FISIP UMSU Latih Design Grafis ke PK IMM Hukum

Peristiwa di Bulan Muharram

Banyak peristiwa di bulan Muharram yang tergolong penting dalam perkembangan agama Islam. Bahkan, banyak peristiwa penting yang terjadi sebelum masa Nabi Muhammad SAW. Beberapa di antaranya yakni:

  • Nabi Adam AS bertobat kepada Allah SWT dan tobatnya diterima.
  • Kapal Nabi Nuh AS berlabuh di bukit Zuhdi setelah banjir dahsyat yang menenggelamkan mayoritas penduduk bumi.
  • Selamatnya Nabi Ibrahim AS dari siksaan api Raja Namrud.
  • Nabi Yusuf AS bebas dari penjara Mesir.
  • Keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan dengan selamat.
  • Allah SWT menyembuhkan Nabi Ayyub AS dari penyakitnya.
  • Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan menenggelamkan Fir’aun.

Selain itu, ada pula peristiwa di bulan Muharram yang terjadi setelah Islam datang, seperti:

  • Pada Muharram 1 H, muncul tekad hijrah ke Madinah setelah pada Dzulhijjah terjadi Baiat Aqabah II.
  • Pada Muharram 7 H, terjadi perang Khaibar yang dimenangkan oleh kaum muslimin.
  • Pada 1 Muharram 24 H, Umar bin Khattab dimakamkan setelah syahid dibunuh oleh Abu Lu’lu’ah.
  • Pada 10 Muharram 61 H, terjadi musibah besar yakni Husain, cucu Rasulullah SAW dan keluarganya dibunuh di Karbala.

Masih ada kepercayaan di Indonesia yang berkaitan dengan bulan Muharram. Hasil penelitian Repository IAIN Kudus misalnya, masih terdapat kepercayaan tidak boleh menikah di bulan Muharram.

Ini karena bulan tersebut dianggap bulan yang memiliki banyak kesialan. Padahal, pernikahan yang dilakukan di bulan Muharram menurut Islam tetap sah, jika syarat dan rukunnya terpenuhi.

Baca Juga  Safari Ramadan Pemko Medan, Masjid Mandiri Sentral Perekonomian

Yang tidak boleh adalah meyakini bahwa bulan Muharram yang menjadikan pernikahan tidak langgeng karena keyakinan tersebut termasuk syirik.

Padahal, bulan Muharram memiliki banyak keutamaan karena merupakan bulan yang mulia di sisi Allah SWT. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 36)

Karena termasuk bulan yang mulia, selain menikah, ada amalan lain yang bisa dilakukan di bulan Muharram yang akan mendatangkan pahala, seperti:

1.Memperbanyak Puasa Sunnah
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam. (HR Muslim)

Baca Juga  Bina Pajak Bundar, Amir Hamzah Dukung Terobosan Karang Taruna

Umar bin Khattab, Aisyah dan Abu Tholhah termasuk para sahabat Nabi SAW yang banyak berpuasa di bulan-bulan haram, termasuk bulan Muharram.

2.Puasa Asyura
Ini adalah puasa pada 10 Muharram yang merupakan amal yang paling utama, serta puasa sunnah terbaik di bulan Muharram, berdasarkan keterangan dari sebuah hadis:

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya: “Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura, beliau menjawab, “ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

3.Puasa Tasu’a
Ini adalah puasa pada 9 Muharram. Rasulullah SAW bahkan sampai berazam untuk mengerjakannya, meskipun beliau tidak sempat menunaikan karena wafat sebelum waktunya tiba.

إذا كان العام المقبل صمنا يوم التاسع

Artinya: “Apabila tahun depan (kita masih diberi umur panjang), kita akan berpuasa pada hari tasu’a (kesembilan).” (HR As-Suyuthi)

4.Membantu Orang Lain
Tidak perlu jauh-jauh, ini bisa dilakukan pada keluarga, termasuk istri dan anak-anak di hari asyura. Ini bisa berupa membantu dan menyenangkan hati mereka.

مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي سَنَتِهِ كُلِّهَا

Artinya: “Barangsiapa memberi kelapangan bagi keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkannya di keseluruhan tahun itu.” (HR Thabrani dan Hakim)

Demikian pembahasan tentang peristiwa di bulan Muharram, termasuk sejarah dan amalannya yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan.(*)
Sumber orami.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us