Plat Bus Trans Binjai Masih Merah, Betahun Usulan Dewan Tak Digubris

Bus Trans Binjai terparkir di Jl Jambore 1 Berengan, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai, Kota Binjai, Sumut, Rabu (30/8/23) sekitar pukul 14.21 WIB. (Alzi/axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Hampir tiga tahun usulan DPRD Kota Binjai tak digubris, plat merah di Bus Trans Binjai masih melekat, terus beroperasi menguras uang rakyat (APBD) hingga miliar rupiah per tahunnya.

Apa sebabnya? Apakah legislatif Kota Rambutan itu sudah kehilangan tajinya ? Dari fungsinya sebagai pengawasan yang memiliki kewenangan mengontrol pelaksanaan perda serta kebijakan pemerintah daerah untuk berpihak kepada masyarakat.

Pasalnya usulan DPRD Binjai untuk menyelamatkan uang rakyat dan menambah PAD dengan menggantikan plat merah menjadi plat kuning di 14 unit Bus Trans Binjai tak kunjung terealisasikan hingga kini.

Diakui Ketua Komisi C DPRD Kota Binjai, Yudi Pranata, pihaknya telah mengusulkan pergantian plat kuning Bus Trans Binjai agar menghasilkan PAD pada tahun 2021 silam. Namun hingga kini tetap diaktifkan oleh Pemko Binjai dengan plat merah.

Baca Juga  Tragis…!!! Satu Orang Tewas Dalam Bentrok Dua Kubu OKP di Langkat

“Kita (DPRD) minta kalau itu (Bus Trans Binjai) tidak menghasilkan PAD akan menjadi beban APBD”, terang Yudi Pranata, Senin (11/9/2023) di Kantor DPRD Kota Binjai.

Dari keterangan Yudi Pranata, pihak terkait (Dishub Binjai) sempat menanggapi usulan pergantian plat kuning, mereka berencana melakukan regulasi ke Pemko Binjai. Namun hingga kini belum juga terealisasikan usulan tersebut.

“Berartikan memang niat tidak ada keseriusan untuk merubah itukan (plat kuning) dari Dinas Perhubungan”, cetus politisi muda dari partai Gerindra itu.

Dishub Binjai Terkesan Bungkam

Kepala Dinas Perhubungan Kota Binjai, Chairin Simanjuntak beberapa kali dikonfirmasi terkait hal itu melalui seluler tidak menjawab. Ketika dikunjungi ke kantornya pun bersangkutan tidak berada di tempat.

Baca Juga  Catatan Pinggir pada Raker SMSI oleh Yono Hartono, Bahas UU Desa

“Pak Chairin nggak ada di kantor, kayaknya hari ini dia nggak masuk, soalnya nggak ada nampak”, sebut salah satu pegawai Dishub Binjai di lokasi, Senin (11/9/2023).

Biaya Operasional Bus Trans Binjai

Operasional Bus Trans Binjai ditaksir per tahunnya menguras APBD Kota Binjai hingga Rp1,139 miliar.

Biaya operasional Bus Trans Binjai itu meliputi anggaran bahan bakar minyak (BBM) senilai Rp58.900.000 lebih per tiga bulan untuk 14 unit bus dan 1 unit kren, total per tahunnya sebesar Rp239.000.400 tahun anggaran 2023.

“Sebelumnya (tahun 2021) anggarannya Rp 800.000.000 per tahun, terus di tahun 2022 turun menjadi Rp 400.000.000 per tahun,” ungkap Kepala UPT Bus Trans Binjai, Supardi Tambah di Kantor PWI Binjai, Kamis (31/8/2023).

Baca Juga  Revitalisasi Lapangan Merdeka untuk Cagar Budaya, Berikut Proges Pembangunannya

“Untuk itu maka saya ambil kebijakan membatasi unit untuk beroperasi, cukup tiga unit saja beroperasi supaya cukup untuk satu harian keliling”, sebutnya lagi.

Dari keterangan Supardi Tambah sebelumnya, Rabu (30/8/2023) di Kantor Dishub Binjai. Ia memaparkan ada sekitar 50 pekerja di Bus Trans Binjai. Mereka para pekerja honorer terdiri dari kordinator lapangan, pengawas, supir, kernet, dan penjaga malam. Untuk gaji per orangnya mulai dari Rp1.250.000 sampai Rp1.800.000 di setiap bulan.

Jika dirata-ratakan per orangnya bergaji Rp1.500.000 dikalikan 50 pekerja, maka total besaran per bulannya menguras APBD hingga Rp75 juta. Dikalkulasikan per tahun besarnya mencapai Rp900 juta.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: R Hamdani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us