AXIALNEWS.id | Pasar Modern Rambung di Jalan Jambi Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan dan Pujasera di Kecamatan Binjai Kota sampai saat ini terkesan tidak diminati masyarakat.
Pasalnya terlihat dari sepinya pengunjung di dua lokasi pasar di Kota Rambutan itu.
Diketahui Pasar Modern Rambung dibangun dengan anggaran sekitar Rp15 miliar di masa kepemimpinan Idaham. Sesusai rencana, pasar yang dilengkapi dengan food court itu dapat menampung para pedagang kaki lima.
Namun, sejak dibuka pasar yang memiliki sekitar 86 kios itu tak diminati pengunjung. Bahkan, pasar yang berdiri di atas lahan 4.000 meter persegi itu seakan hidup segan mati tak mau.
Begitu juga halnya Pujasera, menurut pengakuan pedagang, dari sekitar 40-an stand yang ada, saat ini tinggal 7 pedagang yang bertahan.
“Lokasinya sudah tak terawat, pengunjung semakin lama-semakin berkurang. Dari 40-an stand, tinggal 7 orang kami (pedagang) yang bertahan. Sisanya gak tahu ke mana, sebagian ada juga yang merantau,” sebut salah satu pedagang yang akrab disapa Wak Oda, Selasa (2/10/2023) lalu.
Wak Oda menjelaskan bahwa situasi Pujasera saat ini rawan dengan pencurian. Sejumlah barang milik pedagang sudah banyak yang hilang digondol maling.
“Besi-besi wastafel di setiap stand banyak yang hilang. Mesin kulkas juga hilang. Entah lah, makin lama makin sepi. Tak ada lagi semaraknya, ditambah lampu yang banyak bermatian, menambah suasana Pujasera menjadi semakin sepi,” keluhnya.
Wak Oda juga mengatakan, parkir Pujasera juga sangat mahal, sehingga pengunjung keberatan dan tidak berkenan mampir.
“Sekarang parkir sudah digratiskan. Tapi lokasinya gelap, pengunjung takut maling. Apalagi gratis dan tak ada yang menjaga sepeda motornya,” bebernya.
Wali Kota Binjai Amir Hamzah mengaku akan melakukan pembenahan terkait problem Pasar Rambung dan Pujasera secara bertahap.
“Baik Pasar Rambung dan Pujasera pelan-pelan akan kita benahi,” sebutnya saat ditemui di kantornya belum lama ini.
Soal Pujasera yang gelap, Amir menjelaskan sudah pernah melakukan pemasangan tiang lampu. Namun, tiang lampu yang dipasang hilang digondol maling.
“Memang rawan maling, tiang lampu yang kita pasang pun sudah hilang,” ungkapnya.
Terkait parkir Pujasera, Amir menegaskan, bahwa pihaknya sudah membuat spanduk pemberitahuan gratis. Hal itu sebagai upaya menarik pengunjung.
“Untuk keamanan, kita sudah siapkan dua petugas Satpol PP agar berjaga. Dua petugas itu saling bergantian di sana,” tuturnya.
Sedangkan untuk Pasar Rambung, Amir menyebutkan, akan membuat berbagai kegiatan atau event sebagai daya tarik pengunjung agar datang ke pasar tersebut.
“Ya, event-event besar bisa saja kita arah ke sana. Sehingga konsentrasi pengunjung tidak hanya di Lapangan Merdeka saja,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan, Hamdani Hasibuan membeberkan, bahwa ada dua hal yang sedang digodok berkaitan dengan pasar. Pertama, pembentukan PD Pasar dan kedua, penjajakan dengan pihak ketiga.
“Untuk Pasar Rambung dan Pasar Bundar, saya sudah bertemu dengan pihak ketiga. Mereka sudah surve ke lapangan dan tertarik untuk mengelola kedua pasar ini,” sebut Hamdani.
Untuk Pujasera, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan akan diberlakukan hal yang sama dengan Pasar Bundar dan Pasar Rambung.
“Pujasera itu sepi menurut kami karena makanan di dalam semuanya sama. Makanya, lebih memungkinkan diserahkan pengelolaanya kepada pihak ketiga. Sehingga dapat menempatkan pedagang dengan berbagai jenis makanan,” bebernya.
“Sekarang ini pedagang Pujasera tidak kita pungut apapun, semuanya gratis. Siapa pedagang yang mau masuk, silahkan. Tidak kita pungut apapun,” tambah Hamdani sembari mengatakan akan melakukan perbaikan terhadap lampu serta melakukan sosialiasi secara masif untuk mencari pedagang yang ingin berjualan di Pujasera.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: R Hamdani