Tech Advocate Agita Pasaribu Illuminates the Role of Youth in the Digital Economy at CGTN Davos Panel

Discussing Youth Power in the Digital Age at Davos 2024.
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Ahead of the highly anticipated annual World Economic Forum, Agita Pasaribu, founder of the award-winning tech charity Bullyid App and Trustee at NMA Foundation, joined a distinguished panel on CGTN to discuss the burgeoning role of youth in shaping the digital economy.

During the session titled “Discussing Youth Power in the Digital Age at Davos 2024,” Pasaribu highlighted the critical juncture at which the digital economy intersects with youth creativity and participation.

Addressing a global audience, she underscored the transformative power of young minds in harnessing technology for social good, and the importance of fostering inclusive digital landscapes.

“As we convene at this year’s Forum, the dialogue around the digital economy is more pertinent than ever. With Indonesia ranking sixth globally for the highest number of startups, it’s clear that our youth are pivotal to driving innovation,” said Pasaribu, Saturday (13/1/2024).

“Yet, we face the challenge of bridging the gender disparity in STEM and ensuring that advancements like AI contribute positively to our collective future,” continued Pasaribu.

Agita Pasaribu, with her legal background and expertise in cyber law, has been at the forefront of advocating for safer online spaces and equal opportunities within the tech industry.

Baca Juga  Penanaman Jagung Kodam I/BB Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Her work with UNESCO’s Youth AI Ethics Steering Committee and her leadership at the NMA Foundation reflects her commitment to empowering the next generation of digital citizens.

During the panel, Pasaribu also touched on the evolving landscape of employment in the age of AI, the essential role of digital literacy, and the opportunities and challenges faced by young people in the digital economy.

She called for a collaborative approach, emphasizing that “integrating ethical considerations and human creativity with AI is imperative for a future where technology uplifts humanity.”

As CGTN’s Davos 2024 panel concluded, Pasaribu’s insights into leadership, bridging generational gaps, and her vision for a more inclusive and ethical digital future resonated with leaders and changemakers worldwide.(*)

Translate For Indonesia

Advokat Teknologi Agita Pasaribu Menyoroti Peran Pemuda dalam Ekonomi Digital di Panel CGTN Davos

AXIALNEWS.id | Menjelang Forum Ekonomi Dunia tahunan yang sangat dinantikan, Agita Pasaribu, pendiri badan amal teknologi pemenang penghargaan Bullyid App dan Wali Amanat di NMA Foundation, bergabung dengan panel terkemuka di CGTN untuk membahas peran pemuda yang sedang berkembang dalam membentuk ekonomi digital.

Baca Juga  Jual Tempe Mendoan di MTQ Medan, Pelaku UMKM Ini Beromzet Rp8 Juta Perhari

Dalam sesi bertajuk “Membahas Kekuatan Pemuda di Era Digital di Davos 2024,” Pasaribu menyoroti titik kritis di mana ekonomi digital bersinggungan dengan kreativitas dan partisipasi pemuda.

Berbicara kepada audiens global, ia menggarisbawahi kekuatan transformatif generasi muda dalam memanfaatkan teknologi untuk kebaikan sosial, dan pentingnya mengembangkan lanskap digital yang inklusif.

“Saat kita berkumpul di Forum tahun ini, dialog seputar ekonomi digital menjadi lebih penting dari sebelumnya. Dengan Indonesia berada di peringkat keenam secara global dengan jumlah startup terbanyak, jelas bahwa generasi muda kita berperan penting dalam mendorong inovasi,” kata Pasaribu, Sabtu (13/1/2024).

“Namun, kita menghadapi tantangan untuk menjembatani kesenjangan gender dalam STEM dan memastikan bahwa kemajuan seperti AI berkontribusi positif terhadap masa depan kita bersama,” sambung Pasaribu.

Baca Juga  Gubsu Edy Minta Kadin Bersinergi - Kadin Minta Pemerintah Perhatikan UMKM

Agita Pasaribu, dengan latar belakang hukum dan keahliannya di bidang hukum siber, telah berada di garis depan dalam mengadvokasi ruang online yang lebih aman dan peluang yang setara dalam industri teknologi.

Pekerjaannya dengan Komite Pengarah Etika AI Pemuda UNESCO dan kepemimpinannya di NMA Foundation mencerminkan komitmennya untuk memberdayakan generasi warga digital berikutnya.

Dalam panel tersebut, Pasaribu juga membahas tentang perkembangan lapangan kerja di era AI, peran penting literasi digital, serta peluang dan tantangan yang dihadapi generasi muda dalam ekonomi digital.

Dia menyerukan pendekatan kolaboratif, dan menekankan bahwa “mengintegrasikan pertimbangan etis dan kreativitas manusia dengan AI sangat penting untuk masa depan di mana teknologi mengangkat kemanusiaan.”

Seperti yang disimpulkan oleh panel CGTN Davos 2024, wawasan Pasaribu mengenai kepemimpinan, menjembatani kesenjangan generasi, dan visinya untuk masa depan digital yang lebih inklusif dan etis diterima oleh para pemimpin dan pembuat perubahan di seluruh dunia.(*)
Reporter: Redaksi

Follow Official WhatsApp Channel AXIALNEWS.id untuk mendapatkan berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us