AXIALNEWS.id | Cinta kasih orang tua kepada anaknya tak diragukan lagi. Bahkan nyawa pun bersedia dipertaruhkan untuk melindungi keselamatan anaknya.
Seekor Raja Hutan yang sangat buas pun tidak mampu membendung cinta seorang ayah dan ibu untuk berani melindungi nyawa anaknya.
Raja Hutan terpaksa melepaskan gigitan dari tubuh korbannya seorang pria, lalu lari ke hutan, setelah mendapatkan perlawanan dari ayah dan ibu korban.
Kisah inspirasi ini benar terjadi di Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Jerimia Peranda Ginting (25) selamat dari terkaman Harimau Sumatera setelah kedua orang tuanya bak superhero melawan dan mengusir Raja Hutan itu.
Ayah korban atas nama Ramli Ginting dan ibunya, Lela Indriani gagah berani melawan Harimau Sumatera itu dengan alat seadanya untuk menyelamatkan anaknya.
Saat diterkam, Jerimia yang merupakan seorang petani cabai tengah memanen hasil pertaniannya di Barak Itir, Dusun V Aman Damai, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Langkat, Senin (11/3/2024) petang.
“Benar, ada peristiwa seorang petani cabai yang sedang memanen cabai diterkam Harimau Sumatera,” ujar Kasi Humas Polres Langkat, AKP Rajendra Kusuma ketika dikonfirmasi, Selasa (12/3/2024).

Saat diterkam Harimau Sumatera, kedua orang tua korban mengetahui hal tersebut. Menurut Rajendra, ayah dan ibu korban pun bergegas membantu anaknya.
“Pasangan suami istri tersebut memberanikan diri menghalau Harimau Sumatera yang tengah menerkam anaknya,” ungkapnya.
“Pasutri tersebut menggunakan alat kayu dan parang, sehingga Harimau Sumatera melepaskan korban,” lanjut Rajendra.
Usai melepas korban, sang Raja Hutan tersebut berlari ke arah semak-semak dan memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Rajendra menyebut, korban mengalami luka gigitan pada bagian leher, kepala dan tangan.
“Kondisi korban masih selamat usai mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Putri Bidadari,” kata dia.
Kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di areal perbatasan TNGL, Polres Langkat mengimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada.
Alasannya, karena kawasan TNGL merupakan tempat ekosistem bintang jenis Harimau Sumatera yang saat ini populasi kian langka.
“Masyarakat juga diminta untuk berkoordinasi dengan instansi terkait agar binatang liar tidak keluar dari kawasan habitatnya, yang kemudian masuk ke pemukiman masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, due ekor Harimau Sumatera berjenis kelamin betina bernama Ambar Goldsmith dan Beru Situtung hidup bebas setelah dikembalikan ke habitat aslinya alam liar di hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Rabu (6/3/2024).
Pelepasliaran dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut dan Polda Sumut, di Pangkalan TNI AU Lanud Soewondo Medan.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: R Hamdani
Follow Official WhatsApp Channel AXIALNEWS.id untuk mendapatkan berita terkini dengan mengklik tautan ini.