7 Manfaat Kesehatan dari Memelihara Kucing di Rumah

Kucing yang imut dan menggemaskan untuk dipelihara di rumah. (hellosehat)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Ada banyak ras kucing yang dijadikan hewan piaraan, seperti Persia, Anggora, Ragdoll dan lainnya.

Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak disukai masyarakat di seluruh dunia.

Kucing dapat menjadi sumber hiburan dan kegembiraan yang tak terbantahkan.

Tingkah polah lucu hingga kebiasaan unik kucing sering kali menjadi penyelamat stres bagi pemiliknya.

Kucing bukan hanya hewan peliharaan yang menggemaskan, tetapi juga membawa manfaat luar biasa bagi pemiliknya.

Lantas apa saja manfaat memelihara kucing di rumah yang jarang diketahui?

Manfaat Memelihara Kucing

Memelihara kucing ternyata bukan hanya sekedar hobi, dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, IHC Telemed, PPID Kota Serang, dan laman formasifkm.uinsu.ac.id, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh, antara lain.

  1. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Hasil penelitian di Australia yang melibatkan 5741 subjek menemukan bahwa pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan dengan profil sosioekonomi dan indeks massa tubuh yang sama.

  1. Menurunkan Stress
Baca Juga  Peringati Hari Ibu, Gubsu Bercerita Kisah Ibunya

Menyentuh atau memeluk kucing bisa merangsang pelepasan endorfin, hormon alami yang mengurangi sensasi nyeri dan meningkatkan suasana hati.

Selain itu, merawat kucing dan bermain dengannya dapat memberikan kesempatan untuk aktivitas fisik, yang dapat meningkatkan tingkat energi dan membantu mengurangi gejala fisik stres.

  1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Memelihara kucing juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Sebuah studi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Universitas Minnesota, Amerika Serikat, yang melakukan pengamatan selama satu dekade (10 tahun) dengan sampel pengamatan sebanyak 4.435 orang.

Hasil studi tersebut menemukan bahwa orang-orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko meninggal dunia terkena penyakit jantung sekitar 30-40% dibandingkan orang yang memelihara kucing.

  1. Membantu Anak Penderita Autisme
Baca Juga  Sumut Targetkan Eliminasi TBC pada 2028, Seluruh Pihak Diminta Gerak Cepat

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Missouri, Amerika Serikat, menunjukkan interaksi sosial anak penderita autisme mengalami peningkatan signifikan ketika mereka dikelilingi oleh hewan peliharaan.

Hampir setengah dari jumlah keluarga yang diteliti memiliki kucing sebagai hewan peliharaan. Orang tua dalam keluarga-keluarga tersebut melaporkan adanya ikatan emosional yang kuat antara mereka dan anak-anak mereka.

  1. Menyembuhkan Nyeri Tulang, Sendi, dan Otot

Kucing sering kali mengeluarkan suara seperti mendengkur atau purring ketika mereka sedang bahagia dan tenang.

Suara dengkuran ini memiliki kemampuan penyembuhan bagi nyeri tulang dan otot manusia. Ini terkait dengan frekuensi getaran dengkuran kucing yang berada pada kisaran 20-140 hz.

  1. Baik untuk Kesehatan Mental

Berinteraksi dengan hewan peliharaan, termasuk kucing, bisa memicu pelepasan hormon oksitosin dalam tubuh manusia. Hormon oksitosin sering disebut sebagai hormon cinta dan koneksi sosial.

Riset telah mengungkapkan bahwa saat seseorang berinteraksi dengan kucing, terjadi peningkatan kadar oksitosin dalam darah. Ini dapat berkontribusi pada peningkatan perasaan relaksasi dan kebahagiaan.

Baca Juga  Stunting di Medan Menurun, Wiriya Minta Penanganan Komprehensif

Penelitian yang dilakukan oleh Allen et al. (2020) menunjukkan bahwa bermain dengan kucing selama sesi terapi dapat mengurangi tingkat kortisol dan hormon stres dalam tubuh manusia.

Para partisipan yang berinteraksi dengan kucing mengalami penurunan signifikan dalam tingkat kecemasan dan merasa lebih rileks.

Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan kucing dapat membantu menurunkan respons stres dan mengurangi tekanan psikologis yang dirasakan.

  1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Memelihara kucing ternyata bisa membantu melindungi anak-anak dari risiko sejumlah penyakit, seperti infeksi, alergi, dan gangguan pernapasan.

Penelitian terhadap anjing dan kucing menunjukkan bahwa anak-anak yang berinteraksi dengan kedua hewan peliharaan ini sejak usia dini memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi gangguan pernapasan.(*)
Sumber: detikjogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us