Camat dan Lurah Tidak Bisa Lagi Jadi Raja Kecil Diwilayahnya

Walikota Medan Rico Waas menjadi narasumber dalam Talkshow dengan tema ‘Apa dan Bagaimana Kota Medan Kedepannya, Jumat (23/5/25) di studio Radio Kardopa, Jalan Iskandar Muda. (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Pelayanan yang diberikan Pemko Medan ke masyarakat harus dapat diubah secara menyeluruh mulai dari tingkat bawah. Camat dan Lurah tidak bisa lagi menjadi raja kecil diwilayahnya, karena mereka merupakan pelayanan masyarakat di tingkatan bawah.

Disampaikan Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menjadi narasumber dalam Talkshow dengan tema ‘Apa dan Bagaimana Kota Medan Kedepannya di studio Radio Kardopa, Jalan Iskandar Muda, Jumat (23/5/25).

“Camat dan Lurah tidak bisa lagi menjadi raja kecil diwilayahnya, karena mereka itu pelayanan masyarakat. Jadi harus melayani secara langsung dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Rico Waas.

Menurut Rico Waas, dirinya telah menyampaikan kepada Lurah dan Camat untuk bagaimana bisa menjadi saudara, orang tua, sahabat dan orang yang disayangi oleh masyarakat. Hal ini diperlukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di tengah mereka.

Baca Juga  Bus Listrik Gratis Kota Medan Diminati, Sepekan Beroperasi 5.917 Penumpang

“Saya pernah mengetes dilapangan apakah masyarakat kenal dengan Camat dan Lurah mereka, jika tidak kenal maka Camat dan Lurah tersebut jarang turun kelapangan bertemu dengan masyarakat,” ujar Rico Waas.

Guna memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik, pihaknya telah melakukan sidak ke kantor Camat dan Lurah. Dari sidak tersebut diketahui pelayanan apa yang kurang dan harus diperbaiki oleh aparatur Pemko Medan.

” Tentunya sidak ini bukan untuk mencari kesalahan ataupun memberi rasa takut tetapi sebagai bentuk rasa sayang kepada jajaran agar senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ucap Rico Waas.

Terkait pembangunan kota, Rico Waas menilai saat ini Kota Medan sudah berkembang. Sebagai kota ketiga terbesar, masyarakat Kota Medan sudah berkembang termasuk pola pikirnya. Dengan perubahan yang ada adalah pastinya menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga  Konsultasi Publik Diharapkan Gali Gagasan Perubahan RPJMD Pemko Medan

“Sebagai Kota Multikultural dengan beragam kebudayaan tentunya dapat menjadi potensi di tengah tantangan yang ada dengan terus mengembangkan akar budaya dari masing-masing etnis. Khususnya anak muda, apakah mereka mampu tidak melupakan akar budaya. Sebab sebuah kota akan disegani jika masyarakat memegang kuat akar budaya,” sebut Rico Waas.

Menyikapi permasalahan begal dan geng motor serta tawuran, Rico Waas menjelaskan perkembangan teknologi khususnya sosial media membuat generasi muda kita cepat mengikuti dan terpengaruh dengan apa yang mereka lihat tanpa berdiskusi dengan orang tua dan guru.

“Di tingkat lingkungan keluarga orang tua harus bisa memberikan pengayoman yang lebih kuat. Di tingkat sekolah guru harus dapat menjadi role model kedua setelah orang tua. Di sisi guru ini, pemerintah harus turun guna memberikan pemahaman terhadap guru dan pendidikan di sekolah,” pungkasnya.

Selain itu, lanjut Rico Waas, untuk mengantisipasi begal, Pemko Medan saat ini menggalakkan Zero Lampu Padam. Dirinya sudah meminta Dinas Perhubungan untuk memastikan tidak ada lagi lampu penerangan jalan yang mati. Termasuk lampu yang ada di taman-taman kota.

Baca Juga  Diluncurkan…!!! Kampung Wisata Ramah Anak di Medan Belawan

“Sesuai dengan slogan Kota Medan yakni Medan Untuk Semua, kami Pemko Medan siap melayani masyarakat, dengan meningkatkan pendidikan dan meningkatkan pelayanan kesehatan serta ketersediaan lapangan pekerjaan,” pungkas Rico Waas.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: Eddy S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us