AXIALNEWS.id | Maestro investasi dunia julukan Warren Buffett, sangat piawai membangun passive income atau pendapatan pasif.
Ia pernah berujar, “Jika Anda tidak menemukan cara menghasilkan uang saat tidur, Anda akan bekerja sampai mati.”
Prinsip inilah yang menjadi dasar strategi keuangannya dalam membangun Berkshire Hathaway hingga bernilai ratusan miliar dollar AS.
Dilansir dari New Trader U, Warren Buffett konsisten mengandalkan passive income yang terbukti tahan uji waktu. Pendekatan investasinya selalu menekankan kesabaran, kualitas bisnis, dan orientasi jangka panjang.
Lantas, apa saja sumber passive income terbaik menurut Warren Buffet?
Warren Buffett sangat mengandalkan saham dividen dari perusahaan blue-chip—yakni korporasi besar dan mapan dengan catatan stabil dalam membagikan keuntungan.
Contoh paling terkenal adalah Coca-Cola. Buffett mulai membeli sahamnya pada 1988 hingga 1994, dan kini dividen tahunan dari investasi tersebut menghasilkan ratusan juta dolar AS bagi Berkshire Hathaway.
Ia lebih suka perusahaan yang mampu menaikkan dividen minimal 25 tahun berturut-turut. Perusahaan seperti Coca-Cola dan American Express disebut memiliki moat—keunggulan kompetitif yang membuatnya sulit disaingi.
Pemerintah AS Obligasi pemerintah AS (US Treasury securities) menjadi pilihan Warren Buffett sebagai instrumen “nyaris tanpa risiko”. Berkshire Hathaway secara rutin memegang puluhan miliar dolar dalam bentuk obligasi ini.
Pendapatan dari obligasi memberikan stabilitas saat pasar saham bergejolak sekaligus menjaga likuiditas.
Warren Buffett cenderung memilih surat utang jangka pendek agar tetap fleksibel menghadapi peluang investasi baru.
Selain dividen, Warren Buffett juga berinvestasi di perusahaan yang terus berkembang dan menghasilkan keuntungan jangka panjang.
Apple adalah contoh paling jelas. Meski membagikan dividen, daya tarik utama Apple bagi Warren Buffett ada pada ekosistem produknya yang menciptakan loyalitas pelanggan serta arus kas besar.
Bank of America juga masuk dalam portofolionya karena menawarkan kombinasi dividen dan potensi pertumbuhan bisnis.
Menurut Warren Buffett, kunci sukses ada pada memilih perusahaan dengan laba dapat diprediksi, manajemen andal, serta berada di sektor yang ia pahami.
Melalui anak perusahaan sepenuhnya, Berkshire Hathaway memiliki sejumlah bisnis yang menghasilkan arus kas konsisten.
Beberapa di antaranya adalah GEICO Insurance, BNSF Railway, dan See’s Candies. Keunggulan dari model ini adalah bebas dari volatilitas harga saham harian.
GEICO, misalnya, rutin mengumpulkan premi asuransi, sementara BNSF mendapat pemasukan stabil karena perannya vital dalam transportasi ekonomi AS.
Warren Buffett biasanya membiarkan manajemen tetap menjalankan bisnis, sementara dirinya hanya memberi modal dan arahan strategis jika diperlukan.
Strategi terakhir Warren Buffett adalah memilih investasi alternatif dengan imbal hasil menarik namun tetap rendah risiko.
Berbeda dengan tren saat ini yang banyak melirik kripto atau derivatif kompleks, Warren Buffett lebih mengutamakan saham preferen atau investasi khusus saat pasar tertekan.
Contohnya, investasinya di sektor energi seperti Chevron. Ia menilai sektor ini memiliki permintaan jangka panjang yang stabil sekaligus memberi dividen besar.
Warren Buffett selalu mengingatkan agar tidak terjebak dalam value trap—saham berimbal hasil tinggi namun berisiko karena kinerja bisnis lemah.
Menurutnya, yang terpenting adalah keberlanjutan arus kas, bukan sekadar angka imbal hasil.
Lima sumber passive income ala Warren Buffett menunjukkan pola konsisten yakni memilih instrumen dan bisnis dengan keunggulan kompetitif, arus kas stabil, dan potensi jangka panjang.
Ia mengatakan pendapatan pasif yang berkelanjutan membutuhkan kesabaran dan disiplin.
Dengan strategi tersebut, Warren Buffet membuktikan bahwa kekayaan bisa terus bertumbuh bahkan ketika pemiliknya sedang tidur.(*)
Sumber: kompascom