AXIALNEWS.id | Sebagaimana yang sudah kita ketahui yang bahwa, palestina bukan lah negara yang biasa, palestina memiliki sejarah, atau pengaruh yang besar bagi kita umat islam, maka dari itu, kita sebagai umat islam, harus membela, dan mencintai sepenuhnya, saudara saudara kita yang ada di palestina, ada alasannya mengapa kita harus membela palestina.
Pertama, disana ada masjid Al – Aqsha ialah masjid yang paling tertua di dunia setelah masjid Al – Haram, yang mana dibangun pertama kali oleh, nabi Adam alaihis salam bertepatan pada empat puluh tahun setelah beliau membangun Masjid al-Haram.
Kedua, masjid Al – Aqsha berada atau berlokasi di Baitul maqdis, sebagaimana yang sudah kita ketahui yang bahwa, palestina pernah menjadi kiblat shalat pertama bagi umat islam, selama tujuh belas bulan setelah Rasulullah shallallahu ‘alaih wasallam berhijrah dari Makkah ke Madinah.
Ketiga, palestina pernah terjadi peristiwa titik akhir yang namanya isra’ dan titik awal mulanya miraj’, maka dari itu isra’ dan miraj’ ialah salah satu keajaiban ataupun mukjizat yang terbesar, yang Allah anugerahkan kepada nabi kita, baginda Nabi Muhammad SAW, dan disana lah nabi kita Nabi Muhammad SAW melakukan shalat berjamaah, yang mana beliau mengimami seluruh nabi dan rasul mulai dari nabi Adam ‘alahis salam hingga nabi isa ‘alahis salam.
Keempat, palestina ialah sebuah negeri para nabi dan rasul, banyak sekali nabi kita atau rasul yang pernah dan lama tinggal di palestina, dan juga berdakwah disana dalam menyebarkan agama islam, di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi ‘Isa dan nabi-nabi yang diutus oleh Allah untuk Bani Israil yang jumlahnya sangat banyak.
Dan sekarang masih banyak yang di antara kita, yang menyebutkan, negara penjajah dengan sebutan negara Israel, padahal nama dari Israel sendiri ialah nama dari salah satu keturunan nabi ya’qub AS, yang memiliki 12 putra yang kemudian menjadi dasar dari 12 suku utama dalam Bani Israil.
Maka dari itu mari sama sama kita mulai menyebutkan negara penjajah dengan sebutan negara (yahudi ) jangan kita menyebutkan negara yahudi dengan sebutan Israel lagi, karna dari sebutan israel tersendiri ialah sebutan nama yang sangat bagus.
Kelima, palestina ialah salah satu bagian dari daratan syam, yang di doakan dan diberkahkan oleh baginda kita, baginda nabi Muhammad SAW, dalam doanya, beliau berdoa :
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا
Yang artinya : “Ya Allah, berkahilah negeri Syam dan Yaman.”
Maka dari itu kita, sebagai umat islam, jangan pernah bosan, untuk berdoa dan mendukung saudara saudara kita yang ada di palestina, dan juga masih banyak lagi alasan alasan mengapa kita harus membela negara palestina.
Mengutip dari (detikfinance) disana mengatakan, Ekonomi Palestina Hancur, akibat Imbas Invasi Militer Israel, maksudnya, ekonomi palestina habis babak belur akibat imbas invasi militer Israel ke jalur Gaza.
Berdasarkan laporan PBB, di pertengahan tahun 2024 ekonomi Palestina tersisa kurang dari seperenam dari perekonomian tahun 2022, akibat nya aktivitas produksi terganggu atau hancur, sumber pendapatannya sehari hari pun telah hilang, dan lingkungan permukiman telah terhapuskan, dan komunitas serta kota-kota telah musnah ,” kata laporan badan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD), dilansir dari Al Jazeera, Senin (16/9/2024).
Koordinator program bantuan UNCTAD untuk Palestina, Mutasim Elagraa mengaku belum tahu pasti, berapa biaya yang dibutuhkan atau yang di habiskan, untuk membangun kembali wilayah yang telah hancur, namun, dia memperkirakan butuh dana hingga puluhan miliar atau bahkan lebih, untuk membangunnya Kembali seperti sedia kala.
Pada awal tahun 2024, mengutip dari (UNCTAD) mengatakan hingga 96 persen aset pertanian di Gaza, termasuk pertanian, kebun buah-buahan, sistem irigasi, mesin dan fasilitas penyimpanannya telah hancur, akibat serangan zionis yahudi, dan Kondisi ini, sangat memperburuk krisis pangan di wilayah Palestina yang sudah terkepung.
Sekitar 82% bisnis di Gaza rusak atau hancur, pada kuartal terakhir tahun 2023 saja, produk domestik bruto (PDB) Gaza anjlok 81%, yang menyebabkan kontraksi sebesar 22 persen sepanjang tahun, dan pada pertengahan tahun 2024, perekonomian Gaza telah menyusut hingga kurang dari seper enam tingkat perekonomian pada tahun 2022,” kata ( UNCTAD).
Sekitar 80% bisnis di Kota Tua Yerusalem telah berhenti beroperasi, dan sebagian atau seluruhnya, kondisi pasar tenaga kerja di seluruh wilayah Palestina juga memburuk sejak tanggal 7 Oktober.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa 96 persen bisnis di Tepi Barat mengalami penurunan aktivitas dan lebih dari 42% mengurangi jumlah tenaga kerjanya, secara keseluruhan, 306.000 pekerjaan telah hilang akibat perperangan tersebut, sehingga mendongkrak tingkat pengangguran di Tepi Barat dari hampir 13 persen sebelum invasi Israel ke Gaza menjadi 32 persen.
Sementara di Gaza, sekitar 201.000 posisi telah hilang pada bulan Januari, disebutkan bahwa pengangguran di wilayah yang terkepung mencapai 79 persen pada kuartal terakhir tahun 2023, naik dari 46 persen pada kuartal sebelumnya.
Berdasarkan data dari CNBC Indonesia, disana mengatakan zionis yahudi, telah menggempur Jalur Gaza yang berselang selama 34 hari berturut-turut, yang menyebabkan bencana kemanusiaan yang semakin membesar di wilayah kantong Palestina yang terkepung tersebut, akibat dari serangan zionis tersebut menyebabkan meninggalnya 10 ribu orang, dan Sebagian besar yang meninggalnya ialah anak anak.
Mengutip dari CNBC Indonesia, disana mengatakan tentang, Jumlah Korban tewas yang Hingga Kini Kementerian Kesehatan Palestina dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mencatat sebanyak 10.812 korban tewas, termasuk 4.412 anak-anak dan 2.918 wanita, dan luka-luka 26.905 orang, termasuk 8.663 anak dan 6.327 wanita di Jalur Gaza.
Sementara di Tepi Barat, tercatat 183 orang tewas, termasuk 44 anak dan satu Wanita, lebih dari 2.400 luka-luka. Sedangkan layanan medis yahudi mencatat setidaknya 1.405 warga yahudi tewas dan 5.600 luka-luka.
Hingga 9 November, setidaknya 39 jurnalis telah terbunuh sejak perang yahudi -Gaza dimulai pada 7 Oktober, menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ), sebanyak 34 jurnalis Palestina, empat jurnalis yahudi dan satu jurnalis Lebanon telah terbunuh akibat serangan Israel.
Lebih 50% perumahan perumahan yang ada di Gaza mengalami kehancuran akibat dari serangan zionis yahudi, juga pemerintah Gaza mengatakan sekitar 40.000 unit rumah di daerah kantong yang terkepung itu dihancurkan sepenuhnya oleh tentara yahudi.
Dikatakan juga sekitar 32.000 ton (29.000 ton) bahan bahan peledak, yang telah dijatuhkan di Gaza sejak dimulainya perang, perkiraan kerugian awal di sektor perumahan dan infrastruktur masing-masing diperkirakan mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp31,3 triliun ruginya.
Jika perang terus terusan berlanjut selama dua bulan penuh, perkiraan kerugian ekonomi akan semakin meningkat hingga 8,4% PDB, atau US$1,7 miliar. pada bulan ketiga, kerugian akan meningkat menjadi 12,2% PDB atau US$2,5 miliar.
Sekitar 390.000 pekerjaan telah hilang sejak dimulainya perang di seluruh wilayah palestina, dari jumlah tersebut, 182.000 orang, pekerjaan hilang di Gaza dan 208.000 di Tepi Barat yang diduduki.
Kemiskinan juga diperkirakan meningkat tajam sebesar 20% hingga 45% tergantung pada durasi konflik.
Berikut ialah merupakan fatwa fatwa yang di keluarkan oleh beberapa ahli, mereka berkata yang bahwa, Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS), Ali Al Qaradaghi menyerukan kepada seluruh negara muslim untuk segera serta ikut campur tangan secara militer, ekonomi, maupun politik, tujuannya demi menghentikan genosida dan kehancuran gaza, yang telah dilakukan oleh yahudi.
Qaradaghi adalah salah satu otoritas keagamaan yang paling dihormati dan keputusannya memiliki pengaruh yang signifikan di antara 1,7 miliar muslim sunni di dunia, dan keputusan hukum Islam yang tidak mengikat dari ulama yang dihormati. Biasanya berdasarkan Al-Quran atau Sunnah Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam.
Pernyataan Qaradaghi didukung oleh 14 ulama muslim terkemuka lainnya, isinya ialah seruan kepada semua negara muslim untuk meninjau perjanjian damai dengan zionis, sementara itu seruan bagi umat muslim di Amerika Serikat untuk menekan Donald Trump agar memenuhi janji kampanyenya untuk menghentikan agresi dan membangun perdamaian di tanah Palestina.
Setidaknya ada 15 poin penting yang ada di dalam fatwa IUMS tersebut, yang Pertama ialah kewajiban jihad melawan zionis dan kedua, larangan mendukung musuh, Ketiga, larangan menyuplai sumber daya, keempat, ialah aliansi militer Islam dan yang kelima, tinjauan ulang untuk perjanjian.
Palestina bukan sekadar wilayah geopolitik, ia memiliki posisi religius dan historis yang sangat penting dan berpengaruh bagi umat Islam, dari keberadaan Masjid al-Aqsha dan peranannya sebagai kiblat pertama, hingga peristiwa Isra’ dan Mi‘raj serta statusnya sebagai tanah para nabi, oleh karena itu, perhatian dan dukungan terhadap penderitaan rakyat Palestina menjadi kewajiban moral dan spiritual bagi umat muslim.
Kondisi kemanusiaan dan ekonomi di Palestina saat ini sangat memprihatinkan. laporan-laporan internasional yang dikutip menunjukkan kerusakan besar pada infrastruktur, sektor pertanian, dan bisnis, dan jutaan pekerjaan hilang, angka pengangguran dan kemiskinan melonjak drastis, serta ratusan ribu korban jiwa dan luka, termasuk banyak anak-anak, terkena dampak jangka panjangnya berupa runtuhnya kapasitas ekonomi dan kebutuhan rekonstruksi yang mana memerlukan dana yang sangat besar.
Respon ulama dan lembaga keagamaan menekankan dua hal, yaitu dorongan spiritual (doa, istighatsah, qunut nazilah setiap sholat 5 waktu dan yang pastinya berjamaah ) dan aksi nyata (bantuan kemanusiaan, sanksi moral terhadap pendukung agresi, serta upaya diplomatik).
Sebagian tokoh bahkan menyerukan langkah politik atau militer sebagai bentuk pembelaan, sementara yang lain menekankan perlunya solidaritas internasional yang terorganisir untuk menekan pelanggaran hukum internasional dan membuka akses bantuan.
Sebagai penutup dari artikel ini, saya sangat menekankan yang bahwa, kewajiban kita adalah mengombinasikan empati yang tulus dengan tindakan yang bijak, selalu berdoa dan memberi dukungan kemanusiaan kepada rakyat palestina, dan menggalang bantuan yang transparan, mengadvokasi penyelesaian politik yang adil sesuai hukum internasional.
Serta menjaga sikap berimbang yang mengutamakan keselamatan warga sipil dan upaya rekonstruksi jangka Panjang, dan solidaritas yang efektif haruslah berlandaskan nilai kemanusiaan, hukum, dan akhlak, demi harapan perdamaian dan pemulihan bagi saudara-saudara kita yang berada di Palestina.(*)
Penulis : Riski Maulana, Mahasiswa Universitas Islam Tazkia Bogor.