Presley Panca Yahya Simangunsong: Kreator Digital dengan Misi Sosial dan Budaya

Presley Panca Yahya Simangunsong, seorang kreator konten, aktivis sosial, dan pemerhati budaya asal Medan.
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Presley Panca Yahya Simangunsong merupakan figur muda yang memanfaatkan dunia digital untuk berkarya dan menyebarkan nilai budaya dan mendorong kepedulian sosial.

Latar belakangnya di Antropologi Sosial Universitas Sumatera Utara membuatnya melihat potensi media sebagai sarana untuk menghidupkan kembali kisah lokal dan warisan budaya yang mulai terabaikan.

Sejak aktif berkarya di YouTube pada 2015, Presley terus memperluas jangkauannya ke Instagram dan TikTok. Konten-kontennya menampilkan kekayaan budaya Nusantara, cerita masyarakat, hingga potret kehidupan yang jarang muncul di media arus utama.

Dengan gaya visual dan naratif yang kuat, ia mengajak publik untuk lebih menghargai identitas budaya sendiri.

Baca Juga  Kantin Disiplin Trobosan Unik SMAN 1 Stabat Bentuk Karakter Siswanya

Selain sebagai kreator, Presley juga terlibat dalam kegiatan sosial melalui kampanye edukasi, promosi budaya, dan pemberdayaan remaja di Centra Mitra Remaja PKBI Sumatera Utara, tempat ia berperan sebagai koordinator dan fasilitator.

Komitmennya tercermin dari berbagai prestasi, di antaranya:

  1. Juara 1 Literasia Video Competition – Bank Indonesia Sumatera Utara
  2. Fully Funded Ruang Mengabdi #2 Aceh Singkil – Ruang Lingkup
  3. Juara 4 & Favorit Promosi Folklor Nusantara – Universitas Malikussaleh
  4. Juara 1 Vlog HANI – BAKESBANGPOL Sumatera Utara
  5. Juara 3 Kilap Sumagan YouTube Competition – KODAM I/BB
  6. Juara 1 Social Vlogging Go Explore – Discoverme
  7. Penerima “Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan 2025” – BPK Wilayah II Sumatera Utara
Baca Juga  Syah Afandin Tanam 10 Ribu Bibit Mangrove di Pasar Rawa
Baca Juga  Hasil Penjualan Busana MFF Disumbangkan ke YKI Medan

Melalui konten, kampanye sosial, dan kegiatan komunitas, Presley menunjukkan bahwa media digital dapat menjadi ruang untuk membangun kesadaran dan perubahan.

Di usia muda, ia telah menjadi representasi kreator yang menggunakan kreativitasnya untuk memperkuat budaya lokal dan menggerakkan dampak sosial.(*)

Penulis : Theodora Stephanie dari Inara Publisher, Tim Mahasiswa Ilmu Komunikasi Semester 5 Universitas Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us