AXIALNEWS.id | Beberapa malam mencekam sempat terjadi di sejumlah wilayah kecamatan terdampak banjir Kabupaten Langkat.
Ribuan warga berteriak agar segera dievakuasi ke tempat lebih aman akibat ketinggian air meredam rumahnya dan arus deras banjir.
Malam paling mencekam mulai terjadi pada Rabu malam Kamis (26/11/2025) di antaranya Besitang, Pematang Jaya, Sei Lepan, Babalan, Gebang dan Brandan Barat.
Pada Kamis malam Jumat (27/11/2025) kecemasan terjangan banjir merebak ke Kecamatan Stabat, Wampu, Padang Tualang, Binjai, Sawit Sebrang, Batang Serang, Tanjung Pura, Hinai.
Puluhan warga Langkat di kecamatan terdampak banjir parah hadapi situasi sulit dan berbahaya mengancam keselamatan jiwa dan keluarga.

Tepatnya Kamis malam Jumat (27/11/25) itu, sekitaran pukul sebelas malam, terlihat Kalak BPBD Langkat H M Ansyari MKes duduk (nongkrong) di Warkop Agam Stabat mengenakan sarung, berbaju kaos berkerah dan kenakan sandal.
Tidak tahu sudah berapa lama dia duduk di Warkop Agam, namun setelah terpantau, Ansyari disana sekitaran satu jam-an.
Ansyari duduk bersama beberapa orang dengan bersepatu lengkap, di antaranya mengenakan jaket.
Sejumlah petugas berseragam BPBD hilir mudik datang dan pergi. Ada yang datang menjumpai Ansyari lalu langsung bergegas pergi (seperti sekedar berkoordinasi atau laporan).
Ada juga petugas BPBD yang datang, lalu duduk beberapa saat memesan orderan, tak lama berselang pergi dari Warkop Agam.
Agenda pasti keberadaan Ansyari di Warkop Agam saat itu tidak diketahui. Apakah baru pulang evakuasi / meninjau / menyalurkan bantuan korban banjir, atau melakukan rapat koordinasi terbuka disana, atau sekedar santai menyeruput secangkir kopi melepaskan kelelahan usai bertugas.
Mantan kepala bidang di Dinas Kesehatan ini saat dikonfirmasi soal itu masih memilih diam, tidak memberi sedikit pun jawaban.

Fenomena ini berbanding terbalik dengan kondisi dialami warga terdampak banjir parah malam itu, mereka berteriak meminta tolong untuk dievakuasi.
Seperti diinformasikan salah satu warga Kecamatan Wampu. Sejumlah warga berdomisili di Dusun 1 B Wampu, tepat dipinggiran Sungai Wampu, dari Masjid Raya posisi rumahnya disebelah kiri, terjebak banjir.
Malam itu sekitar pukul delapan malam dilaporkan, satu keluarga terjebak banjir di rumahnya, terdiri dari satu wanita lansia dan dua anak SD.
Keberadaan mereka diketahui setelah, seorang remaja sebelumnya yang ikut terjebak bersama mereka, memberanikan diri berenang mencari pertolongan, hingga kabar mereka diketahui.
Keberadaan mereka yang membutuhkan evakuasi, dikabarkan melalui whatsapp ke sejumlah pihak, namun hingga tengah malam bantuan evakuasi tak kunjung datang.
Akhirnya, sejumlah warga setempat memberanikan diri melakukan evakuasi mandiri setelah mendapatkan perahu kecil yang biasa digunakan untuk memancing.
Sekitar pukul dua belas malam, satu orang wanita lansia dan dua anak SD tersebut berhasil dievakuasi ke tempat lebih aman.(*)
Editor: Riyan