AXIALNEWS.id | Sepakan lebih, tepatnya delapan (8) hari sebagian besar wilayah di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih terendam banjir, Rabu (3/12/2025)
Hasilnya masyarakat yang mengungsi di stadion yang berada di Jalan Bambu Runcing, mulai mengalami sakit perut dan gatal-gatal.
Hal itu diungkapkan Agus Salim masyarakat Jalan Karentina, Kecamatan Tanjung Pura, yang mengungsi di stadion beralamat di Jalan Bambu Runcing.
Bahkan mirisnya, Agus menjelaskan dari sejak hari pertama banjir hingga sampai hari ke delapan, tak ada obat-obatan yang diberikan oleh pemerintah daerah.
“Kesehatan masyarakat sejauh ini, banyak yang mengalami gatal-gatal dan sakit perut. Kalau obat-obatan sampai hari ini tidak ada,” ujar Agus.
Dan saat ini, Agus dan masyarakat lainnya masih mencoba untuk tetap bertahan hidup.
“Bantuan ada, tapi ya kita untuk mendapatkannya berebut, artinya kurang. Ada masyarakat yang udah dapat bantuan, masih ngambil lagi, jadi gak merata pembagiannya,” ucap Agus.
“Kalau pun ada bantuan kami ambil, jika tak dapat ya sudah. Harapan kita mohon perhatian kepada pemerintah, seperti air minum, obat-obatan, dan makanan,” sambungnya.
Disinggung berapa korban jiwa yang terdampak banjir, Agus mengatakan ada ribuan orang.
“Kalau untuk Kecamatan Tanjung Pura ribuan orang terdampak banjir. Ini Kelurahan Pekan Tanjung Pura ya, lain desa yang di dalam-dalam sana,” kata Agus.
Tak hanya itu, akibat banjir dengan debit air yang tinggi sampai hari ke delapan ini, telah membuat masyarakat putus asa.
“Kalau di bilang masyarakat sudah putus asa, tapi gitu pun gak bisa di bilang putus asa, harus tetap bertahan,” ucap Agus.
Lebih menyedihkan lagi, posko pengungsian, dibangun mandiri oleh masyarakat, tanpa melibatkan pemerintah daerah dalam hal ini BPBD Langkat.
Hari ini sudah masuk hari ke delapan, namun situasi dibeberapa wilayah di Kecamatan Tanjung Pura, masih memprihatinkan.
“Hari ini masih ngeri lah. Maaf cakapnya, kita pun sama anak sudah menyelamatkan diri masing-masing. Dan sampai hari ini mau gak mau kami harus tetap bertahan,” kata Agus.
Agus menambahkan, mulanya ketinggian banjir mencapai 160 cm.
“Kemarin ketinggian hingga 160 cm, kalau hari ini sudah sepinggang orang dewasa. Itu di daerah Jalan Bambu Runcing, Jalan Karentina, dan Jalan Merdeka,” tutup Agus.
Amatan dilokasi, memang sejumlah titik seperti di Jalan Pemuda, Jalan Merdeka, Jalan Bambu Runcing dan Jalan Karentina masih terendam banjir sepinggang orang dewasa.(*)
Editor: Riyan