AXIALNEWS.id | Kecamatan Besitang disebut wilayah paling parah terdampak banjir bandang di bagian Teluk Aru, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Camat Besitang, Restra Yudha menyebutkan bencana banjir menelan lima (5) orang korban meninggal dunia dan merusak sedikitnya 509 rumah warga dan sejumlah fasilitas umum lainnya.
“Korban jiwa 5 orang, rumah rusak 509,” ungkap Restra pada Jumat (5/12/2025).
Informasi diterima, Kecamatan Besitang wilayah yang selalu terdampak banjir setiap tahunnya, salah satu penyebabnya tingginya curah hujan diakhir tahun. Desa menjadi langganan banjir di antaranya Desa Bukit Mas, Desa Halaban, dan Desa Suka Jaya.
Banjir diakibatkan meluapnya air dari Sungai Sei Besitang, dan air juga datang dari hulu perbatasan Aceh Tamiang.
Besitang pernah mengalami banjir besar pada tahun 2006, kini berselang 19 tahun berlalu banjir lebih besar terjadi kembali tepatnya pada 26 November 2025.
Luapan banjir datang tiba tiba setelah Besitang diguyur hujan selama empat hari berturut turut. Di awali tanggal 22 November hujan ringan, hujan sedang tanggal 23 – 25 November, lalu hujan lebat pada 26 November.
Hingga volume air Sungai Sei Besitang meluber sampai ke daratan di tambah air pasang laut perdani menenggelamkan pemukim warga disejumlah wilayah di Besitang.
Banjir Besitang terparah di Langkat sampai wartawan asing dari Australia datang ke Besitang dan sempat mewawancarai beberapa warga. Begitu juga aktivis perempuan dan anak, Nazwa Sihab datang langsung dari Jakarta ke Besitang memberikan motivasi serta bantuan kepada korban banjir.
Banjir ini mulai surut pada tanggal 30 November 2025, namun beberapa tempat atau rumah dan kantor pemerintahan kelurahan serta desa masih digenangi air, saat ini hanya di Jalinsum Besitang airnya sudah benar-benar kering. (*)
Editor: Riyan