AXIALNEWS.id | Penduduk Desa Bulu Soma dan Sopo Tinjak di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), melakukan gotong royong memngikis tebing di lokasi jalan yang sebelumnya ambles. Kini kendaraan sudah dapat melintas kembali.
Sekertaris Camat Batang Natal Zulkarnain mengatakan, warga gotong-royong mengkikis tebing di lokasi jalan ambles di perbatasan antara Sopo Tinjak dan Bulu Soma.
“Kendaraan roda dua, empat, dan truk sudah bisa lewat sejak Jumat kemarin,” kata dia, Minggu (7/12/2025).
Dilihat dalam akun Tiktok bang.nikmat, sisa badan jalan yang tidak ambles itu bisa dilalui truk jenis Hino. Sejumlah masyarakat menjadi pemandu arah di lokasi. Pembatasan jalan turut dipasang di sekeliling jalan amblas tersebut.
Sebelumnya diberitakan, jalan Provinsi di Madina wilayah Batang Natal tepatnya di Hatupangan ambles sejak Jumat pagi 5 Desember 2025. Kondisi jalan tersebut cukup parah. Badan jalan 70 persen sudah ambles jatuh ke jurang.
Diduga jalan ambles itu diakibatkan curah hujan tinggi, sehingga tebing mengalami longsor dan genangan air mengalir ke jalan tersebut.
Bupati Madina Minta Pemprovsu Perbaiki
Bupati Madina Saipullah Nasution dan Kapolres AKBP Arie Sofandi Paloh juga sudah meninjau jalan ambles pada hari yang sama pasca kejadian.
Di lokasi, Bupati meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution yang juga merupakan putra asli Kabupaten Madina itu segera memperbaiki jalan amblas tersebut.
Kerusakan pada badan jalan ini mengakibatkan kendaraan bertonase berat, termasuk truk pengangkut sawit, minyak CPO, dan distribusi bahan kebutuhan pokok, tidak lagi bisa melintas. Kondisi tersebut mulai menghambat arus logistik ke wilayah Pantai Barat.
Saipullah menyebutkan, jalur ini merupakan transportasi vital yang menghubungkan pusat kabupaten dengan kecamatan-kecamatan di Pantai Barat, yakni Batang Natal, Lingga Bayu, Ranto Baek, Natal, Batahan, Sinunukan dan Muara Batang Gadis.
“Jika ini tidak segera ditangani, bukan hanya akses masyarakat yang terputus, tetapi distribusi logistik dan roda ekonomi Pantai Barat bisa lumpuh,” kata Saipullah.
Bupati Saipullah menjelaskan bahwa kerusakan tidak terjadi pada satu lokasi saja. Sepanjang jalur dari ibu kota kecamatan menuju Pantai Barat ditemukan banyak titik ambles, abrasi bahu jalan dan longsor.
“Saat ini kita sedang memetakan seluruh titik kerusakan. Dalam satu hingga dua hari ke depan, data lengkapnya sudah bisa kita gunakan untuk pengajuan penanganan cepat,” jelasnya.
Data tersebut, kata Saipullah, akan segera disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumut, Kementerian PUPR, dan BNPB Pusat sebagai dasar permohonan penanganan darurat.
“Kami berharap Pemprov Sumut segera turun tangan mengambil langkah strategis. Jika dibiarkan, Pantai Barat bisa benar-benar terisolasi,” ujarnya.
Untuk diketahui, jalan lintas dari Pantai Barat melalui Muara Batang Gadis ke Tapanuli Selatan juga telah putus total akibat bencana alam yang terjadi pada 26 November 2025.
Satu-satunya pintu masuk kendaraan bertonase berat saat ini hanya bisa melalui Desa Huta Nauli Kecamatan Ranto Baek tembus Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat.(*)
Sumber: mohganews.co.id