AXIALNEWS.id | Fenomena miris terjadi di Kabupaten Langkat dan viral, ditaksir seratusan warga korban banjir di Kecamatan Besitang mengemis di jalan sepanjang hari.
Akibatnya publik mempertanyakan peran pemerintah pada upaya penanggulangan pascabencana yang telah berlalu 27 hari.
Warga membawa mangkok berbagai ukuran dan kotak bekas mi instan meminta – minta kepada pengedara yang melintasi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan – Aceh, tepatnya di daerah Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Besitang.
Kampung Lama dan Desa Sekoci merupakan wilayah paling parah terdampak bencana banjir di Besitang pada 25 November 2025 lalu.
Korban banjir yang mengemis terdiri dari berbagai usia, mulai dari ibu – ibu, bapak – bapak, remaja hingga anak di bawah umur. Mereka berdiri dipinggir jalan dan tengah jalan (kanan – kiri) mulai dari Simpang Bukit sampai masuk Titik Besitang tersusun rapi.
“Ada sekitaran puluhan hingga ratusan warga mengemis di sepanjang jalan di sebelah kiri kanan,” sebut warga, Senin (22/12/2025).
Fenomena ini menghadirkan beragama spekulasi dari sejumlah warga sekitar. Ada warga menyebutkan, korban mengemis akibat kebutuhan hidup, disebabkan rumah beserta seluruh harta benda mereka rusak dan hilang terbawa banjir.
Sementara pihak lain menyebutkan, fenomena terjadi sebagian karena mental dan lainnya memang karena terdesak kebutuhan akibat bantuan pemerintah tidak mencukupi.
Camat Besitang, Restra Yudha menyebutkan bantuan pemerintah sejak awak terjadi banjir telah disalurkan. Bantuan dari pihak Pemkab Langkat lalu disalurkan Pemerintah Kecamatan hingga ke tingkat Pemerintah Desa/Kelurahan untuk dibagikan kepada warga terdampak.
“Untuk bantuan dari pemerintah dari awal terus diberikan dari pemkab, kami salurkan melalui desa dan kelurahan,” ungkapnya singkat, Senin (22/12/2025).
Restra Yudha tidak merincikan apa saja bantuan logistik yang sudah diberikan warga. Dirinya juga engggan menanggapi warganya yang mengemis.(*)
Editor: Riyan