KAI Perluas Pin Prioritas LRT Jabodebek Mulai 2026, Atur Penggunaan Kursi di Jam Padat

Iklan Pemilu

Pin prioritas menjadi langkah KAI untuk menata penggunaan kursi prioritas LRT Jabodebek agar perjalanan di jam padat tetap tertib, inklusif, dan saling menghormati.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperluas program pin prioritas bagi pengguna LRT Jabodebek mulai 2026 sebagai upaya mengatur penggunaan kursi prioritas di tengah meningkatnya kepadatan penumpang dan keberagaman kondisi perjalanan masyarakat perkotaan.

LRT Jabodebek yang digunakan sebagai moda transportasi harian menghadirkan tantangan pengelolaan ruang publik, khususnya pada jam sibuk. Salah satu isu yang kerap muncul adalah penggunaan kursi prioritas oleh penumpang dengan kebutuhan yang berbeda-beda.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan kebijakan tersebut merupakan pengembangan program pin prioritas bertujuan memperjelas kebutuhan pengguna di dalam kereta.

Baca Juga  Dukungan Pemerintah Melalui Subsidi Tingkatkan Akses Mobilitas Masyarakat, LRT Jabodebek Layani Lebih dari 47 Juta Pengguna

“Ketika ruang publik semakin padat, kejelasan menjadi penting. Pin prioritas membantu pengguna lain memahami kebutuhan sesama penumpang tanpa harus terjadi interaksi yang tidak nyaman di dalam perjalanan,” ujar Radhitya.

Melalui perluasan ini, KAI menambahkan cakupan pin prioritas bagi kelompok pengguna tertentu seperti lansia, penyandang disabilitas, serta pendamping balita, di samping pin prioritas ibu hamil. Pin diberikan secara gratis dan digunakan selama kondisi prioritas masih berlaku.

Baca Juga  KAI Daop 2 Bandung Himbau Pelanggan Berangkat Lebih Awal ke Stasiun Antisipasi Perubahan Kondisi Cuaca dan Kemacetan

Sejalan dengan kebijakan tersebut, KAI juga mengimbau pengguna LRT Jabodebek untuk secara aktif memprioritaskan penumpang yang memiliki kebutuhan khusus, terutama dalam penggunaan tempat duduk prioritas, sebagai bagian dari etika berbagi ruang di transportasi publik.

Diterangkannya, kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi penumpang lain, melainkan menata penggunaan ruang bersama agar perjalanan dapat berlangsung lebih tertib dan saling menghormati.

Baca Juga  Emas dalam Tren Bullish Menuju $ 3.364, Setelah Sentimen Dovish The Fed

“Transportasi publik bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi berbagi ruang. Kami ingin memastikan ruang tersebut dapat digunakan secara adil oleh semua,” katanya.

KAI menilai kejelasan peruntukan kursi prioritas menjadi bagian dari upaya menjaga LRT Jabodebek sebagai transportasi perkotaan yang inklusif, aman, dan nyaman digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Lainnya

Contact Us