Benarkah BUMN Agrinas Bakal Impor 35.000 Mobil dari India untuk Kopdes Merah Putih?

Tampilan belakang Mahindra Scorpio Pick up. (Foto: Ghulam M Nayazri/kumparan)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diketahui melakukan importasi 35 ribu unit mobil pick up jenis Mahindra Scorpio. Pengadaan ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan tahun 2026.

Berdasarkan laman resminya, Mahindra yang berdomisili di India mengumumkan perolehan pesanan ekspor terbesar mencapai 35 ribu unit light commercial vehicle (LCV) Scorpio Pik Up untuk pasar Indonesia.

Pengiriman unit tersebut akan dilakukan sepanjang tahun 2026 kepada Agrinas Pangan Nusantara sebagai bagian dari proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

CEO Divisi Otomotif Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, mengatakan kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat tulang punggung logistik pedesaan serta meningkatkan efisiensi konektivitas petani ke pasar.

Baca Juga  BINUS SCHOOL Simprug Rayakan Semangat Kolaborasi Generasi Muda Lewat Drama Musikal “Unravelled”

“Kerja sama ini mendukung Koperasi Indonesia melalui kemitraan kami dengan Agrinas Pangan Nusantara. Sejalan dengan filosofi Rise Mahindra, kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk memungkinkan kemakmuran dan mendukung prioritas nasional,” kata Nalinikanth dalam keterangan resminya.

Menariknya, angka 35 ribu unit ini bahkan melampaui total volume ekspor Mahindra pada tahun fiskal 2025. Artinya, kontrak Indonesia menjadi kontributor utama dalam ekspansi global pabrikan tersebut tahun depan.

Mahindra menyebut kemitraan ini dirancang untuk memperkuat ekosistem koperasi di Indonesia. Kendaraan Scorpio Pik Up akan digunakan untuk menunjang distribusi hasil pertanian dari tingkat petani ke koperasi (first-mile aggregation), sekaligus mempermudah logistik antar-desa.

Seluruh unit Scorpio Pik Up untuk Indonesia diproduksi di fasilitas Mahindra di Nashik, India. Model ini dikenal memiliki daya tahan tinggi, kapasitas angkut besar, serta biaya operasional yang kompetitif.

Baca Juga  Kopdes Merah Putih Jadi Salah Satu Syarat Cairkan Dana Desa?

Tentunya menyesuaikan kebutuhan operasional di wilayah pedesaan, termasuk medan jalan yang menantang hingga jalur perkebunan.

Tinggalkan produksi lokal

Penggarapan serius area pedesaan oleh pemerintah mampu menggerakkan roda aktivitas industri, logistik, hingga pertanian di kawasan tersebut. Namun, sejatinya ada produk-produk mobil niaga yang sudah dirakit lokal dan sesuai untuk kebutuhan tersebut.

Paling utama terlihat dari Daihatsu Gran Max Pick Up yang memproduksi total 4.925 unit pada Januari 2026, sesuai data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Baca Juga  Baru 164 Pelaku Usaha Daftar HaKI, Dinas Pariwisata Terus Lakukan Promosi

Kemudian, ada Suzuki Carry dengan jumlah produksi 3.537 unit di Januari 2026. Diikuti Isuzu Traga, Wuling Formo Max, Mitsubishi L300, serta DFSK DXK1021TYQ1 atau Super Cab.

Adapun keseluruhan produksi kendaraan LCV mencapai 11.199 unit pada bulan pertama 2026. Menandai kesiapan niaga Indonesia melalui produk yang sudah dirakit secara lokal.

Sumber: kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us