Bentrok Agraria di Deliserdang, 2 Nyawa Warga Melayang

Korban penyerangan ratusan orang di Jalan Selambo Raya Desa Amplas Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Selasa (22/19/24) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Awalnya disinyalir serang geng motor (Gemot) hingga menewaskan dua warga.

Seratusan orang mengendarai sepeda motor menyerang warga yang berada di Jalan Selambo Raya Desa Amplas Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Selasa (22/19/2024) dini hari.

Peristiwa penyerangan itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dinihari, mengakibatkan dua warga tewas dengan luka tembak dan bacokan senjata tajam.

Kedua warga tewas itu bernama Jinggo Samosir dan Adam Djorgi. Beberapa warga lainnya turut jadi korban penyerangan.

Mereka juga mengalami luka tembak dan luka bacok, saat ini tengah dirawat di beberapa rumah sakit.

Hal itu disampaikan warga setempat, Tumpak dan Zul kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (22/10/2024).

Dijelaskan mereka, aksi penyerangan dengan bersenjata dan berkelewang berjumlah seratusan orang. Para pelaku melakukan serangan secara tiba – tiba dan membabibuta.

“Mereka (gemot) datang tiba -tiba dengan mengendarai sepeda motor dan langsung melakukan penyerangan,” ujar warga itu.

Baca Juga  Dapat 73 Medali, Sumut Raih Peringkat Lima di Peparnas 2024

Hingga saat ini polisi masih berada di lokasi kejadian melakukan pengamanan dan antisipasi serangan susulan.

Warga di lokasi penyerangan meminta polisi segera menangkap para pelaku.

Dilansir dari iNewsMedan, tragedi berdarah mengguncang Jalan Selambo Raya itu merupakan bentrokan antara dua kelompok massa yang memperebutkan lahan garapan (agraria).

Bungaran Samosir (51) dan Adam Djhorgi (27) menjadi korban peristiwa berdarah itu. Saat sedang berjaga di posko, mereka tiba-tiba disergap ratusan orang yang dilengkapi senjata tajam dan api.

Berikut kronologi konflik agraria berdarah tersebut.

  1. Bentrokan antara dua kelompok massa terjadi di areal lahan garapan di Jalan Selambo Raya, Desa Amplas, Kecamatan Percut Segituan, Deliserdang, Sumatra Utara (Sumut) pada Selasa dini hari tadi. Bungaran Samosir (51) dan Adam Djhorgi (27) tewas.
  2. Saat itu Bungaran dan Adam serta sejumlah warga lainnya sedang jaga malam di posko dan di bangunan yang sedang tahap pembangunan di areal lahan garapan tersebut.
  3. Tiba-tiba datang komplotan lain yang berjumlah ratusan orang, menyerang dengan senjata tajam dan senjata api.
  4. Mereka merupakan gabungan kelompok geng motor dan preman yang diperintah oleh kelompok mafia tanah.
  5. Kapolsek Medan Tembung, Kompol Jhonson Sitompul belum dapat memastikan kelompok mana saja yang terlibat dalam bentrokan itu, maupun motif yang memicu bentrokan tersebut.
  6. Sedangkan Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Medan Tembung, AKP Japri Simamora, menyebut peristiwa bentrok itu dipicu permasalahan penguasaan tanah di areal lahan garapan tersebut.
Baca Juga  Lepas Sambut Pangdam I/BB, Bobby Berikan Cendera Mata ke Mayjen Daniel

  1. Pernyataan Japri ini menegaskan bentrok akibat permasalahan tanah. Kelompok yang saat ini menggarap dan membuka posko di lahan itu diserang. Tapi kita belum tahu dari pihak penggarap mana yang menyerang. Ini masih ditelusuri,” sebutnya.
  2. Sementara lahan yang menjadi ajang konflik adalah lahan eks HGU (Hak Guna Usaha) PT Perkebunan Nusantara 2 Tanjung Morawa.
  3. Namun tidak diketahui secara pasti berapa luasan eks HGU PTPN 2 Tanjung Morawa di kawasan yang berbatasan langsung dengan Kota Medan tersebut.
  4. Namun puluhan hektare lahan saat ini sudah dikuasai warga dan petani penggarap untuk rumah tempat tinggal dan lahan pertanian.
  5. Kemudian masih ada ratusan hektare lainnya yang kini dikuasai para mafia tanah dengan dibekingi oknum pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) kepemudaan.(*)
    Editor: Riyan
Baca Juga  Ombudsman Nilai Pelayanan Publik Langkat Zona Hijau & Opini Tertinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us