Berkah Ramadan Mampu Menghapus Penyakit Hati

Ilustrasi. (Istimewa)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Ramadan merupakan bulan suci yang memiliki banyak keberkahan bagi umat Islam, di dalamnya mewajibkan melakukan ibadah puasa dengan tujuan menjadi pribadi bertakwa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam ayat alquran, artinya:

“Wahai orang-orang beriman telah diwajibkan puasa atas kalian sebagaimana telah diwajibkan (juga) atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183)

Ibadah puasa disyariatkan sebagai cara Allah mengajak kita untuk meningkatkan kualitas ketakwaan. Ibadah sehari-hari seperti salat lima waktu, sedekah, berbuat baik kepada sesama, dan lain sebagainya dirasa belum cukup untuk meningkatkan ketakwaan kita.

Oleh karenanya Allah menambahkan jalan lain untuk mencapai hal tersebut, yaitu dengan ibadah puasa.

Ibadah puasa tidak hanya bisa dilaksanakan pada bulan Ramadhan saja. Namun puasa yang dilakukan pada bulan ini mempunyai fadhilah atau keutamaan yang lebih dibandingkan puasa pada bulan-bulan lainnya. Keutamaan ini disebabkan puasa tersebut dilakukan pada bulan Ramadhan.

Dapat dikatakan, ibadah puasa mempunyai banyak sekali keutamaan tergantung pada bulan kapan dilaksanakan. Lalu, mengapa saat puasa dilakukan di bulan Ramadhan mempunyai bobot lebih mulia dan istimewa di hadapan Allah daripada puasa pada bulan-bulan lainnya?

Baca Juga  Brimob Siapkan Diri di Pengamanan Piala Dunia U-20 & ASEAN Summit 2023

Di dalam kamus al-Mu’jam al-Wasith, Ramadhan berakar dari Ramadha yang mengandung arti ‘membakar.’ Makna tersebut selaras hakikatnya dengan istilah lain seperti menghapuskan, menghanguskan, bahkan menghancurkan.

Dalam konteks Ramadan, sesuatu yang dihanguskan merupakan penyakit hati yang terdapat dalam diri kita masing-masing.

Imam al-Ghazali secara mendalam memaparkan apa saja bentuk-bentuk penyakit kalbu di dalam karya fenomenalnya, Ihya Ulumuddin. Di antaranya yakni egoisme, dengki, takabur, ujub, serta nafsu hewani.

Penyakit-penyakit tersebutlah yang harus dikendalikan bahkan dimusnahkan selama bulan Ramadan. Ibadah Ramadan seperti puasa, tarawih, tadarus al-Quran, serta bermacam-macam zikir mempunyai target untuk menghapuskan aneka penyakit hati.

Baca Juga  Pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap Keputusan Menggunakan Fintech Syariah

Seakan-akan Allah ingin menekankan bahwa penyakit hati itu dapat dilatih, dijinakkan, serta disembuhkan melalui ibadah pada bulan Ramadan.

Oleh sebab itu, dengan berbagai ibadah dan pahala Ramadan diharapkan mampu menghapus dosa dan penyakit hati yang ada di dalam diri kita.

Namun perlu digaris bawahi bahwa dosa yang dimaksud di sini hanyalah dosa antara hamba dengan Penciptanya. Maksudnya, dosa yang dapat dibakar lewat ibadah-ibadah yang dilaksanakan selama Ramadhan cuma terbatas pada dosa kepada Tuhan. Sedangkan dosa kepada sesama manusia maka wajib memohon maaf kepada pribadi yang bersangkutan.

Dalam sebuah hadis, Nabi SAW menyebutkan sebuah ibadah secara spesifik yang dapat menghanguskan dosa-dosa tersebut, yaitu berpuasa. Di dalam riwayat Bukhari – Muslim disebutkan: Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan atas dasar beriman dan mengharapkan pahala maka dosa-dosanya di masa lalu akan diampuni.”

Baca Juga  1 Ton Beras Dibagikan SMSI Madina ke Anak Yatim dan Kaum Jompo

Merujuk pada hadis tersebut, sudah jelas bahwa puasa di bulan Ramadhan mampu melebur kekhilafan masa lalu seorang mukmin. Syaratnya, ibadah itu dijalankan atas dasar iman serta ketulusan mengharap ridha-Nya. Bukan karena tuntutan sosial atau sekadar formalitas saja.

Mari kita optimalkan ibadah ramadan dengan penuh semangat mengejar ridlo ilahi. Semoga kita memperoleh berkah dari keistimewaan ramadan ini, agar pasca-Ramadhan nanti kita bisa menjadi sosok yang bertakwa.(*)
Sumber: kotayogya.baznas.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us