AXIALNEWS.id | TCWC Australia telah mendeteksi Bibit Siklon baru yang diberi nama Tropical Low 11U, bibit ini menjadi salah satu faktor utama meningkatnya curah hujan di wilayah Sumatra Barat dan Bengkulu.
Keberadaan sistem ini memengaruhi pola cuaca di pesisir barat Sumatera, sehingga hujan mulai terjadi lebih sering dan dengan intensitas yang meningkat.
Saat ini, kecepatan angin di sekitar pusat bibit siklon mencapai 45 km/jam. Sistem ini mendapatkan pasokan uap air dari angin yang bertiup dari Australia dan India, yang kemudian bertemu dan menumpuk di wilayah barat Sumatra.
Penumpukan massa uap air inilah yang memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, khususnya di wilayah pesisir barat Sumatra.
Berdasarkan pemantauan, posisi bibit siklon ini berada sekitar 1.700 km barat daya Pulau Enggano, Bengkulu. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, karena dalam dua hari ke depan bibit siklon ini diperkirakan berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak mendekati wilayah Sumatera.
Saat ini telah terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Sumatra Barat dan Bengkulu yang mengakibatkan banjir kembali terjadi. Masyarakat di Provinsi Sumatra Barat dan Bengkulu diminta waspada karena kemungkinan durasi hujan akan semakin lama.(*)
Sumber: Akun Facebook @infogempadunia, diupload pada Jumat 2 Januari 2026, sekitar pukul 12.50 WIB.