BISA Bukan Paslon Boneka, Langkat Punya Harapan di Pilkada

BISA paslon nomor urut 2, Iskandar Sugito dan Adli Tama Hidayat Sembiring.
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Mengulas kembali pesan dari BISA sebelum pencabutan nomor pasangan calon (paslon) Pilkada Langkat.

BISA jargon Iskandar SugitoAdli Tama Hidayat Sembiring, paslon nomor 2 di Pilkada 2024.

Adli Sembiring didampingi Pak Is (Iskandar), menegaskan tidak ada lagi kotak kosong, tidak ada namanya calon boneka, Langkat punya harapan.

“Kita sampaikan ke tentang kita, kita sampaikan ke lorong desa kita, kita sampaikan ke seluruh masyarakat Langkat, bahwa Langkat hari ini mempunyai harapan, bahwa Langkat hari ini mempunyai pilihan,” seru Adli.

Baca Juga  Ini VISI dan MISI Paslon SATRIA di Pilkada Langkat 2024

“Tidak ada lagi namanya kota kosong, tidak ada lagi namanya calon boneka,
kita main (berkontestasi di pilkada) sampai menang, Insya Allah,” tegas Adli.

Adli Sembiring mengajak masyarakat menyampaikan pesan tersebut ke seluruh elemen masyarakat di semua kesempatan.

“Sampaikan pesan itu, keseluruhan ibu ibu perwiritan, disetiap gosip pagi ketika belanja, disetiap gosip sore ketika nunggu suami pulang,” ajaknya.

“Sampaikan Iskandar – Adli ini bukan main – main (di pilkada), Iskandar – Adli besar, Iskandar – Adli menang,” yakinnya bersemangat.

Baca Juga  BI Sumut Edukasikan Penyaluran PKH Non Tunai di Langkat

Dirinya kembali mengingatkan, meski Iskandar – Adli dari kalangan orang biasa namun memiliki tekad dan niatan bersih membangun Langkat.

“Iskandar – Adli adalah orang biasa yang ingin mengabdikan diri untuk Kabupaten Langkat, bisa lebih maju, bisa lebih baik, bisa lebih berkah, InsyaAllah,” tegas Adli mengakhiri.

Baca Juga  Bongkar Sarang Judi & Narkoba di Sei Bingai, Tim Gabungan Amankan Puluhan Mesin Jackpot

Kilas info: Closing statement Adli Tama di debat perdana publik Pilkada Langkat.

Some times we have to step back to think, to contemplate, which one is the real knights which one is the imposter of the villain.

Artinya:

Terkadang kita harus mundur sejenak untuk berfikir, untuk berkontemplasi, mana yang merupakan kesatria, mana yang merupakan penipu ulung, dan mana yang merupakan penjahat.(*)

Editor: Riyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us