AXIALNEWS.id | Nyaris tenggelam, bocah penjual kupon undian (ranji) Paju Jalur Tradisional terpeleset masuk ke dalam sungai.
Lokasinya sungai Batang Kuantan, tepatnya di Tepian Pincuran Sati Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Terlihat dalam video viral di medsos berdurasi 1.30.menit, bocah malang itu berupaya berenang melawan derasnya arus sungai untuk menyelamatkan diri.
Warga lainnya yang berada di jembatan pun histeris, berteriak tolong dan memohon agar ada warga lainnya berani menyelamatkan bocah malang penjual kupon itu dari dalam sungai.
Tubuh mungil itu sempat tenggelam terseret arus, setelah kelelahan berenang ke tepian.
Beruntung warga lainnya memberanikan diri, nekat berenang untuk menyelamatkan bocah itu.

Meskipun sempat tak terlihat lagi, menegangkan, akhirnya bocah itu terselamatkan.
Lalu dinaikan keatas sampan yang juga datang ikut menyelamatkan.
Bupati Kuansing, Suhardiman Amby pun mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada warga yang berani dan berhasil menyelamatkan bocah itu.
Penghargaan diberikan pada malam penutupan festival Pacu Jalur Tradisional Kecamatan Benai di Lapangan Bola Kaki Pasar Benai, Senin (22/7/24) malam.
Diketahui, festival ini berlangsung tiga hari (20-22 Juli), dibuka secara resmi oleh Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, Sabtu (20/7/24) pagi.

Dikutip dari wikipedia, Pacu Jalur (juga dieja sebagai Pachu Jalugh, atau Patjoe Djaloer) adalah perlombaan tradisional dayung perahu atau sampan atau kano terbuat dari kayu gelondongan utuh yang dibentuk menjadi perahu khas Rantau Kuantan yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Indonesia.
Pacu Jalur diadakan setiap tahun di sungai Batang Kuantan di bawah rangkaian acara Festival Pacu Jalur, yang mana merupakan festival tahunan terbesar bagi masyarakat setempat (terutama di ibukota Kabupaten Teluk Kuantan) selama ratusan tahun.

Dikutip dari eventdaerah.kemenparekrat.go.id, Festival Pacu Jalur Tradisional merupakan salah satu event wisata tahunan di Kabupaten Kuantan Singingi yang sudah dilaksanakan lebih dari satu abad.
Pacu Jalur adalah salah satu tradisi budaya turun temurun yang diwariskan oleh nenek moyang masyarakat Kuantan Singingi dan merupakan satu-satunya di dunia.

Pacu Jalur memiliki tukang tari, sosok yang bisa dikatakan sebagai ikon pada masing-masing jalur. Tukang tari biasanya adalah sosok anak kecil yang memiliki keseimbangan tubuh yang bagus, karena pada saat jalurnya menang biasanya tukang tari akan berdiri di haluan jalurnya sambil melakukan selebrasi.
Pacu Jalur bukanlah kompetisi semata, tapi juga merupakan salah satu langkah dalam memajukan ekonomi.(*)
Editor: Riyan