AXIALNEWS.id | Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memilih Kota Medan untuk membangun proyek Bus Rapid Transit (BRT) Medan Binjai dan Deli Serdang (Mebidang).
Proyek itu dinilai sejalan dengan keinginan Pemko Medan yang ingin mendorong masyarakat untuk beralih (shifting) dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum.
“Kami tentunya mengucapkan terima kasih, sebab bukan hanya Kota Medan saja yang menginginkan proyek ini. Masih banyak kota-kota bukan hanya di Pulau Sumatera, tapi juga di Pulau Jawa yang menginginkan proyek dari Kemenhub ini,” kata Bobby Nasution saat doorstop dengan wartawan di Balai Kota Medan, Rabu (15/11/23) petang.
Guna mendukung peralihan masyarakat dari menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum, kata Bobby, harus diikuti perbaikan fasilitas, baik itu fasilitas bus maupun track (jalur) harus semakin luas.
Sehingga saat masyarakat menggunakan bus, tidak ada lagi keluhan terkait bus maupun track-nya.
Didampingi Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis, Bobby mengungkapkan, penduduk Kota Medan di malam hari kurang lebih 2,5 juta jiwa, sedangkan pagi hingga sore hari bisa mencapai 5 juta jiwa.
Hal ini terjadi, karena banyak warga dari sekitaran Kota Medan yang melakukan kegiatan ekonomi di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini.
“Apalagi Kota Medan merupakan ibukota Provinsi Sumatera Utara, sehingga mobilitas masyarakat di Kota Medan sangat tinggi,” jelasnya.
Jadi adanya akses transportasi yang baik, ungkap Bobby, tidak hanya mempermudah akses masyarakat di Kota Medan saja, tapi juga seputaran Kota Medan (Mebidang).
Meski pun program proyek BRT Mebidang ini dikembangkan pertama kali di Kota Medan tapi program dari Kemenhub ini juga akan mensupport kabupaten dan kota lainnya.
Selanjutnya untuk mendukung proyek BRT Mebidang ini, bilang Bobby, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terus menerus.
Sebab, tujuan dari pembangunan BRT Mebidang adalah bagaimana masyarakat yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi dapat beralih ke kendaraan umum.
Di samping itu Bobby menambahkan, Pemko Medan juga akan terus melakukan perbaikan guna mendukung proyek BRT Mebidang, termasuk trayek yang masih terbatas, konektivitas dari jalan utama ke jalan arteri masih kurang.
Selain itu, jarak halte ke pusat perkantoran maupun kegiatan ekonomi masih jauh bagi pejalan kaki.
“Makanya kerjanya tidak boleh sepenggal-sepenggal. Kendaraan umum kita massifkan kegiatannya dan infrastrukturnya harus kita buat untuk mensupport masyarakat sehingga mau beralih menggunakan kendaraan umum,” jelasnya.
Terakhir, Bobby menyatakan optimisnya bahwa bus yang disediakan Kemenhub dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi.
Apalagi nanti, terangnya, juga akan ada penggunaan 30 persen kendaraan listrik sehingga bisa menekan kost.
“Mudah-mudahan penggunaan kendaraan listrik ini dapat lebih hemat daripada menggunakan BBM,” pungkasnya.(*)
Reporter: R Hamdani
Editor: Eddy S