AXIALNEWS.id | Tujuh (7) orang calon pekerja PT Indonesia Air Asia hingga kini masih menunggu kejelasan kerja yang dijanjikan melalui pihak kedua yaitu PT Cakra Satya Internusa (CSI).
PT Indonesia Air Asia Deli Serdang, Benny mengatakan pihaknya telah menyerahkan masalah ini pada pihak pusat PT Indonesia Air Asia.
“Masalah itu sudah kami serahkan ke pihak manajemen pusat, ya di Jakarta,” sebutnya saat dikonfirmasi melalui telpon whatsapp, Sabtu (23/8/2025).
Namun, saat dikonfirmasi, pihak pusat PT Air Asia hingga berita ini terbit masih belum memberikan jawaban terkait perselisihan itu.
Sementara, Abdul Husein berlatar belakang keluarga petani sederhana di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berupaya mengadu nasib, malah jadi korban oknum PT Indonesia Air Asia yang dijanjikan kerja sejak 7 Juli 2025 melalui PT CSI hingga kini belum ada kejelasan status penempatan kerja.
Ia berharap dirinya dan rekannya mendapat hak yang sudah dijanjikan bekerja sebagai mestinya.
“Jadi waktu itu saya kerja sebagai kurir sambil nunggu kerja ini bang, setelah PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) keluar, saya resign bang, karena mikir bakal diterima di Air Asia bang,” ungkapnya, Senin (25/8/2025).
Husein mengatakan saat masih bekerja, selalu berupaya membantu perekonomian keluarga. Namun, saat timbul permasalahan ini dirinya tidak lagi bisa mengirim bantuan untuk orang tuanya di Kabupaten Madina.
Bahkan untuk membiayai dirinya sendiri pun sulit, sekedar untuk kebutuhan makan harian dan tempat tinggal pun terancam.
“Saya sekarang kebingungan bang, disini (Deli Serdang) saya ngekos, waktu kerja di kurir saya masih bisa bantu ngirim uang ke kampung,” sebutnya.
“Sekarang, jangankan ngirim bang, saya makan sama bayar kos udah bingung bayar pakai apa. Karena udah enggak kerja lagi bang,” jelasnya dengan suara pelan.
Husein meminta agar dapat diberikan kerjaan yang telah dijanjikan. “Permohonan kami cuma mau supaya kami kerja secepatnya bang,” pintanya.
“Saya udah enggak ada lagi uang bang untuk bertahan hidup disini bang, mau minta orang tua, merekan juga susah bang, mungkin sementara saya bakal pinjam-pinjam sana sini bang,” tutupnya penuh harap.