AXIALNEWS.id | Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui focus group discussion (FGD) dan pelatihan, di aula Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Batu Bara, Kamis (7/8/2025).
Pelatihan berjudul “Penyusunan Peraturan Desa Tentang Pengelolaan Limbah Rumah Tangga dan Usaha Kecil untuk Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Pakam”.
Locus penelitian menyasar peraturan desa serta pemberdayaan bagi masyarakat di Desa Pakam, Kecamatan Medang Deras, Batu Bara.
Tujuan pelaksanaan giat menciptakan tata kelola limbah yang berbasis masyarakat, memperkuat kapasitas sumber daya manusia di desa dalam pengelolaan limbah, serta mendorong terciptanya kegiatan ekonomi baru berbasis pemanfaatan limbah (daur ulang dan reuse).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Batu Bara, Bambang Hadi Suprapto membuka acara FGD, dan menyampaikan harapan setelah terlaksananya kegiatan ini.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menjadikan Desa Pakam menjadi pionir bagi desa-desa lainnya. Kami juga perlu dukungan akademisi untuk menemukan apa potensi dasar dan peluang yang sekiranya bisa dikelola, tentunya melalui komitmen membangun sinergitas dengan USU,” tutur Bambang.
Ketua Pengabdian, Dra Februati Trimurni MSi PhD, menuturkan inisiasi penyusunan peraturan desa dan pemberdayaan masyarakat ini bergerak dari keluhan masyarakat terkait limbah dan melihat potensi yang ada.
“Keluhan (masyarakat) terkait limbah ini sampai ke kita (tim pengabdian), yang mana kita juga melihat ada potensi disini, ditambah dari pengabdian sebelumnya yang serupa juga sudah pernah saya lakukan, jadi kita pilihlah desa ini,” tuturnya dalam wawancara.
Harapannya ke depan masyarakat mampu mengelola dan memanfaatkan limbah rumahan secara mandiri hingga menjadi rupiah yang berimbas peningkatan ekonomi keluarga.
FGD ini dihadiri masyarakat umum dan pemerintah daerah, di antaranya:
Tim pengabdian ini beranggotakan Dosen USU berasal dari beragam rumpun (program studi), yaitu:
Berasal dari rumpun Ilmu Administrasi Publik.
Total peserta berjumlah 36 peserta, terdiri 17 peserta FGD serta 19 peserta pelatihan dan pengembangan.
Kegiatan ini mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat dan peserta pelatihan dan pemberdayaan.(*)
Penulis: Anastasya Hasugian
Editor: Riyan