Demi Keadilan 7 Calon Pekerja Air Asia, IMM Sumut Surati DPRD & Polda

Sekretaris DPD IMM Sumut, Akbar Muhadist. (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Tujuh (7) calon pekerja PT Indonesia Air Asia yang dijanjikan melalui pihak kedua yaitu PT Cakra Satya Internusa (CSI) nasibnya masih terkatung, mengakibatkan sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Menuai sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (DPD IMM Sumut).

Sekertaris Umum DPD IMM Sumut, Akbar Muhadist mengaku prihatin atas peristiwa menimpa 7 calon pekerja itu.

“Kami sangat prihatin atas nasib tujuh calon pekerja yang sudah dijanjikan bekerja melalui PT CSI namun sampai hari ini nasibnya menggantung. Apalagi ada dugaan pungutan sejumlah uang dari oknum yang mengatasnamakan PT Indonesia Air Asia. Ini bentuk ketidakadilan yang tidak boleh dibiarkan,” cetus Akbar, Selasa (7/9/2025).

Akbar mendesak PT Indonesia Air Asia dan PT CSI segera memberikan kejelasan terkait permasalahan ini.

“Kita meminta tanggungjawab penuh, memberikan kejelasan dan segera menyelesaikan masalah ini secara transparan. Jangan ada lagi masyarakat Sumut yang jadi korban janji palsu pekerjaan,” tegasnya.

Baca Juga  Polda Sumut Gerebek Gudang Produksi Oli Palsu di Deliserdang

Ia meminta langkah tegas legislatif dari DPRD Sumut agar memperjuangkan nasib ketujuh orang tersebut.

“Kami mendesak DPRD Sumatera Utara untuk segera memanggil pihak PT Air Asia dan PT CSI. DPRD tidak boleh tutup mata. Ini menyangkut hak masyarakat, menyangkut masa depan anak-anak muda kita yang dijadikan korban,” pintanya.

Akbar menyebut pihaknya akan mengawal persoalan ini hingga tuntas. “Kami berdiri bersama para korban, karena keadilan dan keberpihakan pada rakyat adalah hal yang tidak bisa ditawar,” cetusnya.

“Kami sampaikan akan segera surati DPRD Sumut dan Polda Sumut. Ini bukti kami serius memperjuangkan hak rakyat kecil,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, PT Indonesia Air Asia Deli Serdang, Benny mengatakan pihaknya telah menyerahkan masalah ini pada pihak pusat PT Indonesia Air Asia.

“Masalah itu sudah kami serahkan ke pihak manajemen pusat, ya di Jakarta,” sebutnya saat dikonfirmasi melalui telpon whatsapp, Sabtu (23/8).

Baca Juga  Aksi Heroik Bripka Agus Anggota Polda Lampung, Amankan Curanmor Bersenpi Seorang Diri

Namun, saat dikonfirmasi, pihak pusat PT Air Asia hingga berita ini terbit masih belum memberikan jawaban terkait perselisihan itu.

Abdul Husein berlatar belakang keluarga petani sederhana di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berupaya mengadu nasib, malah jadi korban oknum PT Indonesia Air Asia. Ia dijanjikan kerja sejak 7 Juli 2025 melalui PT CSI hingga kini belum mendapatkan kejelasan status penempatan kerja.

Ia berharap dirinya dan rekannya mendapat hak yang sudah dijanjikan, bekerja sebagai mestinya.

“Jadi waktu itu saya kerja sebagai kurir sambil nunggu kerja ini bang, setelah PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) keluar, saya resign bang, karena mikir bakal diterima di Air Asia bang,” ungkapnya, Senin (25/8).

Husein mengatakan saat masih bekerja, selalu berupaya membantu perekonomian keluarga. Namun, saat timbul permasalahan ini dirinya tidak lagi bisa mengirim bantuan untuk orang tuanya di Kabupaten Madina.

Baca Juga  Pemborong Langkat Diculik April Lalu, Penyelidikan Polda Sumut hingga ke Aceh

Bahkan untuk membiayai dirinya sendiri pun sulit, sekedar untuk kebutuhan makan harian dan tempat tinggal pun terancam.

“Saya sekarang kebingungan bang, disini (Deli Serdang) saya ngekos, waktu kerja di kurir saya masih bisa bantu ngirim uang ke kampung,” kenangnya.

“Sekarang, jangankan ngirim bang, saya makan sama bayar kos udah bingung bayar pakai apa. Karena udah enggak kerja lagi bang,” jelasnya lirih.

Husein meminta agar dapat diberikan kerjaan yang telah dijanjikan. “Permohonan kami cuma mau supaya kami kerja secepatnya bang,” pintanya.

“Saya udah enggak ada lagi uang bang untuk bertahan hidup disini bang, mau minta orang tua, mereka juga susah bang, mungkin sementara saya bakal pinjam-pinjam (berhutang) sana sini bang,” tutupnya sedih.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: Eddy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us