Derita Warga Korban Banjir: Motor Dicuri, Rumah Dibobol, Harga Bapok Naik dan Logistik Dijarah

Evakuasi korban banjir di Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Sumut. (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Informasi diterima sejak beberapa hari lalu, masih ada sejumlah korban banjir sama sekali belum menerima bantuan pemerintah hingga 5 hari lebih sejak terdampak banjir 26 November 2025.

Untuk bertahan hidup, para pengungsi patungan uang untuk membeli makanan, juga dari bantuan pihak selain pemerintah.

Mereka makan sedikit nasi dan lauk ala kadarnya, sehari hanya sekali. Minum pun berhemat, mandi tidak pernah karena air bersih masih sulit. Obatan-obatan sulit didapati, makanan bayi pun sama.

Semakin susah, harga kebutuhan pokok naik drastis, hingga sampai ada yang mencapai dua kali lipat.

Di Tanjung Pura dari keterangan pengungsi, terjadi pencurian sepeda motor korban banjir. Di sekitar Pangkalan Brandan, para pria harus menjaga rumahnya ditengah banjir agar rumahnya tidak di bongkar maling.

“Kami dengar kabar, uda banyak rumah di bongkar, para pencuri pakai sampan,” sebut salah satu satu warga Babalan, belum lama ini.

Baca Juga  Pilkada Sumut Diharapkan Jadi Acuan di Indonesia

Lebih mirisnya, truk pengangkut bantuan banjir dijarah sekelompok orang diduga preman. Bahkan mereka berani melempar batu ke arah aparat pengawal logistik.

Akibatnya, logistik tidak sampai ke warga korban banjir yang sama sekali belum menerima bantuan.

Kabar beredar, logistik hasil jarahan diduga untuk dijual dengan harga lebih mahal dua kali lipat dari normalnya.

Penjarahan terjadi tepat titi CV Kelurahan Pekan, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, pada Minggu tanggal 30 November 2025 kemarin.

Aksi penjarahan ini pun cepat tersebar luas dibeberapa platfom media sosial (medsos). Salah satu akun langkatterkini di platform media IG. Terlihat awalnya sebuah truk pengangkut bantuan untuk korban banjir di desa yang masih terisolir.

Ditengah jalan tepat dilokasi, truk diduga dihadang sekelompok orang diduga preman. Dalam video berdurasi sekitar 23 detik ini sekelompok orang ini melempari petugas dan relawan dengan batu.

Baca Juga  Raih WTP 3 Tahun Berturut, F-PDIP & F-PKS Apresiasi Kinerja Pemko Medan

Baik itu relawan dan aparat penegak hukum coba menghindari lemparan batu. Bahkan dalam rekam juga terdengar teriakan sekelompok orang. “Dek, dek kemari kau. Udah rusuk ini segera kemari kau,” teriak salah seorang pria dalam rekaman.

Tidak hanya itu, terdengar juga suara relawan meminta petugas untuk menangkap para preman itu. “Kepada pak polisi dan TNI tolong tangkap preman jembatan titi CV ini,” kata seseorang video tersebut.

Sejumlah preman kemudian menjarah bantuan dari truk. Video ini juga telah ditonton dan dikomentari oleh ratusan warga. Berbagai komentar pun mewarnai aksi.

Dimana sebagian besar menyayangkan aksi premanisme terhadap truk bantuan korban banjir. “Gak usah lagi dikasi bantuan di daerah situ. Salurkan aja ke daerah lain yang menghargai,” tulis akun muhamadreza9164.

Baca Juga  HML Terbentuk, Ricky Anthony: Media Bagian Roda Pembangunan

“Gak pernah berubah ya orang Tanjung Pura,” tulis akun arigurky14s.

“Dibantu malah dijarah. Ya Allah,” tulis akun Laksamanawidodo24.

Untuk diketahui, Pemkab Langkat, menaikan status tanggap darurat bencana banjir sesuai keputusan Bupati nomor 360- 03/ K/ 2025.

Juga telah mengeluarkan surat edaran nomor: 100.3.4.2-9/Ekon/2025 pada 2 Desember 2025, tentang menaikan harga pokok dengan tidak wajar serta menahan stok barang dalam menghadapi situasi bencana alam di Kabupaten Langkat.

Dalam laporan korban bencana banjir per 30 November 2025, banjir tersebar di 16 kecamatan. Dari belasan kecamatan itu, sebanyak 122.527 KK yang terdampak. Sedangkan ada 11 orang masyarakat yang meninggal dunia. Lima korban orang merupakan masyarakat Kecamatan Babalan, dan enam orang masyarakat Kecamatan Besitang.(*)
Editor: Riyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us