AXIALNEWS.id | Hujan sedang hingga lebat tak kunjung reda selama empat hari membuat Kota Binjai, Sumatera Utara, dikepung banjir, Kamis (27/11/25).
Pantauan di lapangan, tiga air sungai yang ada di Kota Binjai, yakni Sungai Mencirim, Bangkatan, dan Bingai, mengalami kenaikkan cukup drastis.
Akibat luapan air tiga sungai tersebut, beberapa kelurahan di lima kecamatan Kota Binjai terendam. Bahkan, hingga pukul 11:00 WIB debit air yang merendam permukiman warga masih terus meningkat.
Beberapa wilayah banjir juga terpantau setinggi orang dewasa. Tingginya air, membuat banyak warga terjebak di dalam rumah.
Seperti di Kelurahan Mencirim, Binjai Timur, dilaporkan banyak warga yang terdiri dari dewasa, lansia, dan anak-anak terjebak di dalam rumah mereka.
Menurut warga setempat, air pertama kali naik sekitar pukul 02:00 WIB dinihari. Awalnya, kenaikan air dianggap normal dan warga memilih untuk bertahan.
Namun, warga mulai panik ketika air Sungai Mencirim dengan cepat naik dan merendam rumah-rumah mereka. “Gak ada yang bisa diselamatkan. Airnya cepat kali naik. Warga pun masih banyak yang terjebak,” kata warga setempat.
Selain Mencirim, daerah Binjai yang terpantau mengalami hal serupa terjadi di Bonjol, Berngam, Kampung Tanjung, Payaroba, Pusat Pasar Tavip, Tangsi, serta beberapa wilayah lainnya di Kecamatan Binjai Utara serta Selatan.
Meski air terus mengalami kenaikkan, tetapi masih banyak warga yang memilih bertahan di rumah. Ini terpantau di Kelurahan Berngam, Binjai Kota. Sementara, tinggi air sudah mencapai dengkul dan sebagian lainnya sepinggang orang dewasa.
Hingga siang ini, warga masih terus dievakuasi. Beberapa diantara warga juga mulai mengevakuasi barang-barang dari dalam rumah setelah melihat air yang terus meningkat.
Selain rumah warga, kantor pemerintah juga ikut terendam. Seperti kantor Kelurahan Mencirim, terendam setinggi dada orang dewasa. Akibatnya, aktivitas layanan publik pun tidak berjalan.(*)
Editor: R Hamdani