AXIALNEWS.id | Mantan Bupati Tapanuli Utara (Taput) dua periode Nikson Nababan berkunjung ke kediaman Ketua Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumut, Ustaz Dedi Iskandar Batubara di Medan, Minggu (5/5/2024).
Dedi Iskandar mengakui atensi Nikson Nababan karena sejarah lahirnya Bandara Udara Silangit sebagai contoh ketika beliau menjadi Bupati Taput.
“Itukan membuka akses di luar Bandara Kualanamu, Pinangsori dan mungkin bandara-bandara kecil lainnya,” sebutnya.
Menurutnya, hal itu pasti beraplikasi pada pembangunan di wilayah Taput. “Saya kira itu sebagai kepala daerah yang memimpin dua periode, tentu beliau punya catatan yang cukup baik kerjanya,” kata Dedi.
“Saya secara pribadi, ya bisalah memberikan apresiasi capaian-capaian yang sudah diraih Nikson Nababan menjadi kepala daerah,” sambungnya.
Mendengar kabar Nikson Nababan ikut maju di Pilgub Sumut 2024, Dedi Iskandar mengatakan semua warga negara punya hak dipilih dan memilih, punya kesempatan untuk dicalonkan dan mencalonkan diri.
Baik di pemilihan umum kepala daerah, baik pejabat eksekutif maupun legislatif. “Apalagi kita akan masuk tahapan pemilihan umum kepala daerah yang langsung dilaksanakan di seluruh Indonesia, dan ini baru pertama kali,” sebutnya
“Saya kira terjadi dalam sejarah pemilu kita, kepala daerah akan dipilih secara serentak di seluruh Indonesia,” lanjutnya.
Menurut Dedi, semua tokoh figur figur yang mempunyai kompetensi seperti Nikson Nababan dapat mencalonkan diri.
Asal punya kemampuan di partai politik sebagai pengusung, kemudian dilakukan rekomendasi sebagai calon. Dirinya yakin Nikson Nababan miliki kesempatan itu.
“Saya kira punya kesempatan seperti Nikson Nababan. Nah, lorongnya ada dua, yang pertama dari independen dan dari partai politik,” sebutnya.
Dedi menyebut, perspektifnya masih luas bahwa semua warga masyarakat Sumut atau yang bukan ber KTP Sumut boleh maju sebagai Gubernur, Bupati, Walikota sepanjang syaratnya terpenuhi.
Tapi intinya, masyarakat Sumut sangat membutuhkan pemimpin yang mampu mengayomi dan memberikan perlindungan maksimal.
“Kita butuh pemimpin kepala daerah yang betul-betul menjadi pengayom di masyarakat, harus sayang serta mengingat masyarakatnya. Dan tidak boleh main main, harus punya visi misi dengan komunikasi yang baik,” ujarnya.(*)
Reporter: Ajril
Editor: Mawardi S