PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan menyelenggarakan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi para pegawainya. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Selasa (3/2) hingga Rabu (4/2) Februari 2026, bertempat di Ruang Garuda Kantor Daop 9 Jember.
Jember, 4 Februari 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan menyelenggarakan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi para pegawainya. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Selasa (3/2) hingga Rabu (4/2) Februari 2026, bertempat di Ruang Garuda Kantor Daop 9 Jember.
Pelatihan P3K ini diikuti oleh 20 pegawai dari berbagai unit kerja di lingkungan Daop 9 Jember. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan praktis pegawai dalam memberikan penanganan awal saat terjadi kondisi darurat, baik di lingkungan kerja maupun saat bertugas di lapangan.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan bahwa pelatihan P3K merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman serta mendukung keselamatan operasional perjalanan kereta api.
“Pelatihan P3K ini sangat penting agar pegawai memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan dasar sebagai penolong pertama ketika terjadi kondisi darurat. Dengan respons awal yang cepat dan tepat, risiko cedera yang lebih serius dapat diminimalkan,” ujar Cahyo.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait penanganan berbagai kondisi darurat, antara lain pingsan, perdarahan, luka bakar, patah tulang, henti napas, hingga kondisi syok. Materi disampaikan oleh Dokter Fungsional Klinik Mediska Pratama Daop 9 Jember, dr. Yoka Bismayuda Prana, yang berpengalaman dalam penanganan kegawatdaruratan medis.
Untuk memastikan peserta tidak hanya memahami teori, pelatihan dilaksanakan dengan metode simulasi dan praktik langsung menggunakan manekin. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis serta kepercayaan diri peserta dalam menerapkan P3K pada situasi nyata.
Cahyo menambahkan, Daop 9 Jember akan terus menyelenggarakan pelatihan keselamatan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Melalui pelatihan yang berkesinambungan, kami berharap setiap pegawai dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan, baik bagi sesama pegawai maupun pelanggan kereta api,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Daop 9 Jember menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kerja yang sigap, peduli, dan berorientasi pada keselamatan di seluruh lini operasional.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES