Gus Baha Jelaskan Alasan Nabi Muhammad Tidak Pernah Adzan

Sumber foto akun facebook @Logika Keran Gus Baha.
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Semasa hidup, Rasulullah SAW tidak pernah mengumandangkan adzan.

Nah berikut alasannya dilansir Sabtu (7/2/26) dari akun facebook @Logika Keran Gus Baha, kenapa Nabi Muhammad SAW tidak pernah melantunkan adzan ?

Dalam salah satu kesempatan Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim pernah mengungkapkan alasan kenapa Nabi Muhammad SAW tidak pernah melantunkan adzan.

Bukan tanpa alasan, Gus Baha menjelaskan bahwa hal itu tidak dilakukan Nabi Muhammad SAW karena beberapa faktor.

Selain karena Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar tidak melantunkan adzan, ada juga alasan lainnya.

Gus Baha menjelaskan bahwa Rasulullah SAW itu tidak bisa ditiru. Meski kita tahu bahwa ada ayat Al Qur’an yang mengharuskan umat muslim untuk meneladani suri tauladan Rasulullah.

Baca Juga  Masjid Islamic Center Target Selesai Desember 2025

Namun, Gus Baha mengatakan hal itu bukan tanpa alasan. Sebab, Beliau mempunyai penjelasannya.

Sebelum ke topik utama Gus Baha menjelaskan terlebih dahulu tentang hukum salat berjamaah.

“Nabi itu tidak bisa ditiru. Jamaah ini perhatikan. Berjamaah itu hanya fardhu kifayah atau sunnah muakadah,” ucap Gus Baha.

“Intinya menurut ulama itu antara hukum jamaah itu sunnah muakadah atau fardhu kifayah,” tambahnya.

Baca Juga  Dimulai 3 September, Ops Zebra Toba 2022 Dilaksanakan 14 Hari

Nah, dari sini kita bisa menyimpulkan mengapa Allah SWT melarang Rasulullah untuk adzan.

Sebab, apabila Rasulullah mengumandangkan adzan nanti hukum salat berjamaah menjadi fardhu ain.

“Itu kalau sampai Nabi yang adzan hukum berjamaah jadi fardhu ain. Makanya orang mulia itu dilarang adzan,”

“Karena nanti yang tidak wajib akan menjadi wajib. Makanya Nabi itu dilarang adzan oleh Allah,”

Baca Juga  Jabat Kades Kuta Gajah, Ini Formula Sekula Kembaren untuk Majukan Desanya

“Karena kalau Nabi yang adzan berjamaah menjadi fardhu ain. Masa dipanggil Nabi malah tidur,”

“Nah, kalau manggil Bilal tidur saja, lagian cuman Bilal saja. Jangan sampai ulama berfikir seperti itu,”

“Makanya jadi ulama itu tidak perlu GeEr karena bukan nabi. Jadi, kalau tahu santri tidak datang terima saja,”

“Jadi orang itu harus sadar diri,” pungkas Gus Baha.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us