AXIALNEWS.id | Sebelum peristiwa bencana banjir, 720 perangkat desa dari 240 desa di Kabupaten Langkat habiskan anggaran Rp 2.520 miliar ke Danau Toba.
Mereka disebut melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) selama dua hari pada 15 – 16 November 2025 di Hotel Danau Toba (Pinggiran Danau Toba) Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Tiga Raja, Kabupaten Simalungun, Sumut.
Informasi diperoleh dari narasumber, hari pertama diisi pemateri dan hari kedua giatnya liburan/ jalan-jalan santai.
“Sehari ada pemateri, di hari kedua sebelum pulang, jalan – jalan aja, kayak liburan gitu,” ungkap pihak internal tersebut, Senin (22/12/2025).
Per desa dikenakan biaya Rp 10,5 juta dengan mengutus tiga orang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa dan kaur keuangan desa atau perwakilannya.
Narsum mengungkap, tidak semua desa setuju dengan bimtek meskipun pada akhirnya terpaksa mengangarkan biaya bimtek tersebut.
Tema Bimtek : Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemberdayaan Masyarakat Desa Tentang Optimalisasi Peran Pemerintah Desa dalam Program Koperasi Merah Putih.
Disana, para peserta mendapatkan fasilitas kamar dan makan gratis yang sudah dibiayai dari anggaran masing-masing desa.
Namun untuk akomodasi pulang pergi, masing-masing peserta pakai biaya pribadi, merogo kocek sendiri.
Publik bertanya: Apa yang menjadi dasar, bimtek harus dilaksanakan di tempat sejauh itu? Apakah dengan bimtek di Danau Toba, nantinya bisa menjamin kesuksesan 100 persen pelaksanaan koperasi merah putih Mengingat biaya yang di gelontorkan begitu besar dari 240 desa di Langkat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Langkat, Nuryansyah Putra belum memberikan respon saat di soal bimtek nyambi liburan tersebut.(*)
Editor: Riyan