AXIALNEWS.id | Segmen kedua debat publik Pilkada Langkat 2024. Calon Bupati Langkat nomor urut 1 mendapatkan pertanyaan sub tema pendidikan.
Berikut poin menarik menurut redaksi dari segmen kedua ini.
Paslon 1, Syah Afandin (Ondim) diminta menjawab sub tema pendidikan, durasi waktu 2 menit.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Langkat tahun 2024, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2023 adalah 74,14 persen, lebih rendah dibandingkan dengan provinsi dan nasional.
Hal ini mengacu pada beberapa uraian masalah yang terdapat pada Rancangan Teknokratik RPJMD Kabupaten Langkat 2025-2029.
Yaitu masih tingginya angka putus sekolah, tingginya persentase penduduk yang belum memenuhi program wajib belajar 9 tahun, kualitas SDM pendidikan yang belum kompeten.
Jika Anda terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Langkat, bagaimana upaya Anda untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dalam rangka meningkatkan Index Pembangunan Manusia atau IPM di Kabupaten langkat.
Kami ingin menyampaikan ya, indeks pembangunan manusia yang mungkin masih dianggap di bawah nilai rata-rata, ini terkait dengan besarnya jumlah penduduk. Tingkat penghasilan perekonomian yang masih rendah.
Maka kita melihat sumber permasalahan tidak bisa hanya di ujung. Nah dari hal ini kita menggali dari mana sebenarnya, kenapa ini masih rendah.
Kami melihat potensi-potensi yang harus ditingkatkan adalah bagaimana masyarakat punya keinginan lebih kuat dengan cara meningkatkan kemampuan ekonominya dulu.
Nah ini yang menjadi sumber dasar, sehingga para keluarga tidak lagi ada kendala di dalam menyekolahkan anaknya.
Kita rangsang dengan beberapa stimulan-stimulan terhadap keluarga untuk mampu menyekolahkan anak. Ini menjadi satu hal yang mendasar.
Setelahnya, calon Bupati Langkat nomor urut 2, Iskandar Sugito (Pak Is) memberikan tanggapan, waktu 1.30 menit.
Menurutnya sekolah perlu dibangun dengan konsep kenyamanan. Artinya apa? Banyak anak-anak tidak sekolah bukan karena bangunannya saja, tapi karena suasana ketidaknyamanan di sekolah itu.
(Contoh dari redaksi, ditemukan sekolah di Langkat tidak memiliki bangku dan meja belajar)
Oleh karena itu, kami pikir termasuk sarana jalan yang menuju ke sekolah sangat berat yang kami temukan di beberapa daerah, sehingga anak cenderung untuk cari rejeki daripada sekolah.
Inilah persoalan-persoalan. Apalagi, mohon maaf, terakhir tenaga pendidikan kita mengalami penzoliman, kebetulan mereka punya kesempatan (seleksi PPPK guru-red).
Lalu Ondim memberikan jawaban atas tanggapan Pak Is, waktu 1.30 menit.
Yang saya maksudkan, paling tidak ada capaian dari tingkat ekonomi, peningkatan ekonomi, sehingga itu menjadi basic dulu, pertama untuk kemampuan sekolah.
Sehebat apapun nyaman sekolah itu, kalau kita tidak punya kemampuan untuk menyekolahkan anak, kita tidak mampu menyekolahkan anak. Itu dia.
Ini fakta ya, saya gak mau cerita asumsi. Saya sudah berada di dalam, jangan melakukan tuduhan yang sifatnya asumsi.
Mari kita bicara fakta. Saya akui bahwa indeks prestasi manusia Langkat kurang. Tapi kita harus lihat lebih mendasar apa yang menjadi persoalan pokok terhadap masalah itu.
Karena ini menjadi tanggung jawab bukan hanya kepala daerah, tapi sistem secara menyeluruh. Itu yang harus kita perbaiki.
Debat publik kedua Pilkada 2024 selesai digelar KPU Langkat di Hotel Arya Duta Medan, Senin (11/11/2024).
Debat terakhir ini adu gagasan antara paslon nomor 1 Syah Afandin – Tiorita br Surbakti (SATRIA) dan paslon 2 Iskandar Sugito – Adli Tama Hidayat Sembiring (BISA).
Debat mengusung tema: Peningkatan pelayanan masyarakat dan sinkronisasi pembangunan daerah dan pusat.
Memiliki empat sub tema, yakni pendidikan, kesehatan, birokrasi, dan ekonomi.
Lengkapnya dapat dilihat di chenel youtube GARUDA TV: Debat Kedua Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Langkat.
Panelis (penyusunan materi) debat sebanyak enam orang, adalah:
Debat disiarkan langsung Garurda TV, dipandu moderator Qori Hasibuan dan Feby Grace Hutajulu.(*)
Editor: Riyan