AXIALNEWS.id | Aktivis masyarakat dan berbagai jenis kendaraan tergolong padat di depan Rumah Sakit Umum (RSU) Putri Bidadari di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumut.
Depan RSU Putri Bidadari merupakan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan – Aceh.
Selain aktivitas kendaraan roda dua, roda tiga, dan roda empat dari berbagai jenis angkutan umum, pribadi maupun angkutan lainnya berseliweran, juga terdapat aktivitas lalu lalang keluar masuk masyarakat ke RSU Putri Bidadari. Baik dari keluarga pasien, pasien rawat jalan dan masyarakat memiliki keperluan lainnya.
Tercatat, sejumlah kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) pernah terjadi di depan RSU Putri Bidadari, menimbulkan korban luka ringan, luka parah bahkan meninggal dunia.
Melihat fakta tersebut, Tokoh Muda Langkat Muhammad Nuh meminta pihak berwenang memasang rambu jalan guna meminimalisir kembali terjadinya kecelakaan dan meningkatkan keselamatan.
“Kami melihat belum ada satu pun rambu jalan di depan RSU Putri Bidadari sejak diresmikan pada tahun 2016 silam hingga di tahun 2026 ini,” tegasnya, Kamis (19/2/2026).
“Kami meminta koordinasi lintas sektoral antara pihak Dishub Langkat, Dishub Sumut, termasuk Sat Lantas Polres Langkat, pemilik rumah sakit dan pihak terkait untuk melakukan pemasangan rambu lalulintas,” pungkas Nuh.
Berikut rambu jalan diperlukan di depan RSU padat aktivitas kendaraan dan masyarakat untuk disesuaikan dengan kebutuhan situasi:
“Rambu-rambu ini sangat penting untuk mencegah kemacetan, mempermudah akses darurat, dan menjaga keselamatan pejalan kaki di lingkungan rumah sakit termasuk untuk kelancaran lalulintas di Jalinsum,” sebut M Nuh.(*)
Editor: Riyan