Kemenkes RI Tolak Pengajuan KLB Difteri dari Dinkes Tanjungbalai

Kepala Dinkes Tanjungbalai, dr Nurhidayah Aritonang saat ditemui terkait susfect Difteri, (24/2/25) di ruang tunggu Sekda Tanjungbalai. (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Usulan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri yang diajukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungbalai ditolak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Penolakan disebabkan karena usulan tersebut belum ditetapkan Walikota Tanjungbalai sebagai Kepala Daerah, sesuai ketentuan Permenkes Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010.

Kepala Dinkes Kota Tanjungbalai, dr Nurhidayah Aritonang menjelaskan usulan KLB tersebut merupakan permintaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Namun, setelah proses verifikasi oleh Kemenkes, diketahui bahwa penetapan status KLB harus dilakukan oleh kepala daerah.

“Kemarin ada diusulkan KLB ke provinsi, atas permintaan provinsi, namun setelah diproses oleh Kemenkes, ternyata yang berhak menetapkan status KLB adalah kepala daerah,” ungkap Nurhidayah Aritonang, Senin (24/2/2025), saat ditemui di ruang tunggu Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Tanjungbalai.

Baca Juga  Warganya Dirampok, Kapolres Tanjungbalai Beri Bantuan & Buru Pelaku

Nurhidayah menyatakan pihak Dinkes Tanjungbalai saat ini sedang berkoordinasi dengan Sekda terkait langkah selanjutnya, apakah Sekda dapat menandatangani atau menunggu penetapan dari Walikota yang baru.

“Ini mau kita bicara lagi dengan Buk Sekda, apakah nanti bisa Bu Sekda menandatangani atau menunggu Walikota baru,” ujarnya.

Baca Juga  Siti Amelia Kantongi Komitmen Dana Ratusan Juta untuk Koperasi FJPI Sumut

Sementara itu, pengajuan KLB tersebut menuai tanda tanya, mengingat hasil diagnosis suspect Difteri yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungbalai terhadap tiga anak warga Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai, telah dibantah oleh orang tua anak tersebut, Efri Zuandi dan Yuli Andriyani.

Efri dan Yuli menyatakan diagnosis suspect Difteri terhadap anak-anak mereka ada dugaan kesalahan dari dokter anak di RSUD Kota Tanjungbalai.

Baca Juga  Afandin Takziah ke Rumah Duka Sopir Korban Lakalantas KAI

Hal ini mereka buktikan dengan hasil pemeriksaan dan laboratorium di Rumah Sakit LAM WAH EE, Penang, Malaysia, yang menyatakan bahwa anak-anak mereka didiagnosis mengalami Tonsillitis (radang amandel), bukan penyakit Difteri.

“Hanya berdasarkan diagnosa fisik tanpa melalui uji laboratorium oleh dr Johan, putri kami divonis Difteri. Di RS USU kami juga tidak mendapat layanan maksimal,” ucap Efri Zuandi dalam keterangan persnya.(*)
Editor: Syafrizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us