Kolam Renang Kesultanan Langkat Peninggalan Sejarah yang Tidak Terawat

Kolam renang Kesultanan Langkat yang dibangun pada tahun 1790 terletak di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. (metro-online.co)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Di tengah kehidupan yang penuh keterbatasan pada abad ke-18, ketika informasi dan alat masih sulit didapatkan, Kesultanan Langkat pada masa itu berhasil menunjukkan kemewahan yang luar biasa.

Salah satu bukti kejayaan tersebut adalah sebuah kolam renang yang megah dan indah, dibangun jauh sebelum zaman modern seperti sekarang.

Kolam renang yang kini terletak di Jalan Syekh Muhammad Yusuf, Kelurahan Pekan Tanjungpura, Kabupaten Langkat ini menjadi saksi bisu kebesaran Kesultanan Langkat pada masanya.

Meskipun saat ini kolam tersebut sudah tertutup rerumputan dan pohon pisang, bentuk dan ukuran kolam yang masih terlihat kokoh menggambarkan betapa luar biasanya desain yang dibuat pada masa itu.

Kolam ini memiliki lebar 40 meter dan panjang 50 meter, menjadikannya sebagai salah satu kolam renang terbesar di zamannya.

Menurut informasi dari Tengku Ony, Cucuk Sultan Machmud Sultan Langkat ke-III, kolam renang ini dibangun oleh Sultan Musa dan digunakan khusus untuk keluarga kerajaan serta kerabat terdekat Sultan Langkat.

Kolam ini memang memiliki tempat sangat istimewa, dengan berbagai fasilitas menunjukkan kemewahan pada zaman itu.

Di masa kejayaannya, kolam renang ini menjadi tempat favorit bagi permaisuri dan anak-anak Sultan Langkat untuk mandi membersihkan diri.

Baca Juga  Jelang Pemilu 2024, Ratusan Pelajar di Langkat Ikuti Sosialisasi Pemilih Pemula

Bahkan sebelum mereka memasuki kolam, permaisuri dan anak-anak Sultan akan mengenakan minyak wangi atau temuah-rempah wangi yang harumnya menyebar ke seluruh penjuru area sekitar kolam. Hal ini menambah kesan mewah pada suasana di sekitar kolam renang.

Tengku Ony mengenang masa lalu dengan penuh kekaguman, “Bayangkan, kolam renang ini bentuknya begitu indah, bahkan lebih indah dari kolam renang yang ada saat ini yang pernah saya lihat,” ujarnya di lokasi kolam renang Sultan Langkat.

Ia menambahkan, bahwa bentuk kolam renang tersebut memiliki empat sisi yang sangat simetris dan bernilai sejarah tinggi, sangat sulit ditemukan pada zaman sekarang.

Pada bagian depan dan belakang kolam terdapat tangga masuk, memperlihatkan kesan kemewahan dan keindahan kolam. Di bagian belakang kolam, terdapat sebuah ruang tunggu yang nyaman bagi mereka yang ingin bersantai menunggu para kerabatnya mandi.

Semua ini menunjukkan betapa besar perhatian Sultan Langkat terhadap kenyamanan dan kemewahan bagi keluarganya.

“Ini tidak bisa saya bayangkan, betapa hebatnya nenek moyang saya dulu yang dapat berpikir untuk membangun kolam renang yang sampai saat ini masih terlihat mewah, meskipun tidak lagi difungsikan seperti dulu,” tambah Tengku Ony dengan nada penuh kekaguman.

Baca Juga  Berikut Kafillah Pemenang MTQ ke-56 Langkat, Juara Cabang Terima Hadiah Umroh

Kolam renang yang dulunya menjadi simbol kemewahan Kesultanan Langkat ini memang mencerminkan kejayaan kerajaan tersebut. Pada masa itu, segala sesuatunya serba terbatas, baik informasi maupun teknologi, namun Sultan Langkat mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa dan menjadi kebanggaan pada zamannya.

Tengku Ony juga mengungkapkan, “Dulu ibu saya pernah mandi di kolam ini. Kata ibu saya, kolam ini memiliki kedalaman yang bervariasi, ada bagian yang dangkal untuk anak-anak dan ada juga bagian yang lebih dalam untuk orang dewasa.”

Hal ini menunjukkan betapa canggihnya desain kolam renang tersebut, sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan penggunanya.

Kolam renang ini adalah bukti nyata bagaimana Kesultanan Langkat mampu menciptakan kemewahan dan kebesaran meskipun di tengah keterbatasan zaman.

Keberadaan kolam ini memperlihatkan seberapa majunya pemikiran Sultan Langkat dalam membangun fasilitas yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi.

Baca Juga  Pastikan Layanan Polisi Terealisasi untuk Warga, Kapolda Sumut Kunker ke Binjai

Namun, di balik keindahan dan kemewahannya, kolam renang ini kini terlupakan.

“Sayangnya, kolam peninggalan ini tidak dirawat dengan baik dan dibiarkan begitu saja. Rasanya sangat disayangkan, karena ini adalah warisan sejarah yang sangat berharga,” ujar Tengku Ony dengan nada kesal.

Kolam yang dulunya menjadi pusat aktivitas keluarga Sultan Langkat kini hanya bisa dikenang. Masyarakat setempat sering melewatinya, namun tak banyak yang mengetahui sejarah dan keindahan yang tersimpan di balik kolam tersebut.

Sebuah simbol kejayaan yang seharusnya dijaga dan dilestarikan agar bisa menjadi bagian dari sejarah yang tak terlupakan.

Kolam renang Sultan Langkat yang terlupakan ini adalah sebuah warisan sejarah yang patut mendapat perhatian lebih, agar generasi mendatang dapat merasakan dan menghargai kekayaan budaya yang pernah ada.

Keberadaan kolam ini harus menjadi pengingat akan betapa majunya Kesultanan Langkat di masa lalu, dan betapa pentingnya untuk melestarikan warisan budaya yang telah ada.(*)
Editor: Riyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us